Pemuda Pinggir Rawa RW 06 Neroktog Santuni 30 Anak Yatim Piatu, Perkuat Sosial dan Budaya Gotong Royong di Kota Tangerang
TANGERANG, tangrayanews.com
Inisiatif sosial komunitas kembali ditunjukkan oleh kalangan pemuda di Kota Tangerang. Keluarga Besar Forum Pemuda Pinggir Rawa (FPPR) RW 06 Kelurahan Neroktog, Kecamatan Pinang, menggelar kegiatan silaturahmi sekaligus santunan bagi puluhan anak yatim dan piatu di Balai Warga RW 06, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan mengusung motto Kerjakan, Laksanakan, Ikhlaskan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan juga menjadi ruang konsolidasi sosial antara unsur pengurus lingkungan, mulai dari pengurus RW, RT, tokoh masyarakat, hingga kalangan pemuda yang selama ini berperan aktif dalam dinamika kegiatan kemasyarakatan.
Ketua Forum Pemuda Pinggir Rawa RW 06, Awaludin, yang akrab disapa Boloy, menjelaskan bahwa kegiatan santunan tersebut merupakan bagian dari komitmen kolektif pemuda dalam memperkuat kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan santunan ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh FPPR. Namun, untuk tahun ini merupakan kegiatan momentum pertama yang diselenggarakan secara terbuka di Balai Warga RW 06 yang mana sebelumnya beberapa kegiatan serupa dilaksanakan di sekretariat organisasi pemuda tersebut.
“Momentum ini merupakan kegiatan santunan yang kesekian kalinya yang kami lakukan. Sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan di sekretariat FPPR. Namun untuk kali ini menjadi kegiatan pertama yang kami gagas bersama teman-teman pemuda di Balai Warga RW 06,” kata Boloy.
Ia menjelaskan bahwa seluruh pendanaan kegiatan tersebut dihimpun secara swadaya dari kontribusi para anggota komunitas pemuda serta partisipasi masyarakat sekitar. Melalui skema gotong royong tersebut, FPPR berhasil menyalurkan santunan kepada sekitar 30 anak yatim dan piatu yang berada di lingkungan RW 06 Kelurahan Neroktog.
“Alhamdulillah dana yang terkumpul berasal dari kebersamaan dan kepedulian teman-teman pemuda. Dari hasil itu kami dapat menyalurkan santunan kepada sekitar 30 anak yatim dan piatu di lingkungan RW 06,” katanya.
Boloy menilai, keterlibatan aktif generasi muda dalam kegiatan sosial di tingkat komunitas memiliki arti strategis dalam memperkuat fondasi solidaritas masyarakat perkotaan. Menurutnya, di tengah dinamika kehidupan urban yang semakin kompleks, peran pemuda sebagai motor penggerak kegiatan sosial menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai gotong royong.

“Kami ingin menanamkan bahwa pemuda bukan hanya menjadi penonton dalam kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga harus hadir sebagai penggerak yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya,” jelasnya.
Ketua RW 06 Kelurahan Neroktog, Syamsul, yang akrab disapa Ocid, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif para pemuda yang dinilai mampu menghadirkan ruang kolaborasi sosial antara generasi muda dan perangkat lingkungan.
Dalam sambutannya, ia menilai kegiatan santunan yang melibatkan unsur pengurus RW, RT, serta komunitas pemuda tersebut mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah kegiatan ini dapat terlaksana berkat partisipasi aktif para pemuda di RW 06. Sekitar 30 anak yatim dan piatu menerima santunan pada kegiatan hari ini. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus dilaksanakan dan berkembang di tahun-tahun mendatang,” tutup Syamsul.
Menurutnya, kegiatan santunan yang diinisiasi oleh pemuda memiliki nilai strategis dalam membangun kohesi sosial masyarakat sekaligus menjadi wahana pembinaan karakter generasi muda agar lebih peka terhadap persoalan sosial di lingkungannya.
Selain menjadi sarana penyaluran bantuan sosial, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai forum silaturahmi antara pengurus lingkungan, tokoh masyarakat, serta komunitas pemuda yang selama ini menjadi motor penggerak berbagai aktivitas sosial di wilayah RW 06.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Kelurahan Neroktog berharap semangat kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh Forum Pemuda Pinggir Rawa dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi gerakan sosial yang lebih luas. Inisiatif berbasis komunitas seperti ini dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat solidaritas sosial serta menjaga tradisi gotong royong yang menjadi karakter khas kehidupan masyarakat Perkotaan.
Rohiim








