mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f

Transformasi Digital Kesehatan di Pantura Tangerang, RSUD Pakuhaji Perkuat Telemedicine untuk Tekan Risiko Kematian Ibu dan Bayi


Kab TANGERANG, tangrayanews.com
RSUD Pakuhaji terus memperkuat transformasi layanan kesehatan berbasis digital melalui pengembangan sistem telemedicine yang terintegrasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Langkah strategis tersebut ditegaskan langsung oleh Direktur RSUD Pakuhaji, dr. Umie Kulsum , MM.,dalam kegiatan Workshop Telemedicine yang berlangsung di Aula RSPH Rumah Sakit Pakuhaji, Jalan KH. Sa’adullah, Kelurahan Pakuhaji, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Selasa (19/5/2026).

Rapat ini merupakan kegiatan rutinitas yang dihadiri unsur manajemen rumah sakit, tenaga medis spesialis, dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP), serta Tim IT Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang tersebut, RSUD Pakuhaji menegaskan komitmennya membangun sistem pelayanan kesehatan modern yang tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga peningkatan kualitas layanan publik secara menyeluruh.

Direktur RSUD Pakuhaji, dr. Umie Kulsum, MM., menyampaikan bahwa rumah sakit tipe C tersebut saat ini tengah memantapkan implementasi telemedicine secara berkesinambungan sebagai bagian dari reformasi layanan kesehatan daerah di era digital.

“Transformasi digital kesehatan merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari. RSUD Pakuhaji berupaya menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, adaptif, efektif, dan menjangkau masyarakat hingga wilayah terpencil di pesisir utara Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

RSUD Pakuhaji telah mengembangkan inovasi layanan kebidanan berbasis digital bernama RUKOO BUMIL (Ruang Konsultasi Online Ibu Hamil). Program tersebut menjadi model awal telemedicine yang mempertemukan dokter spesialis kandungan dengan dokter umum dan bidan puskesmas dalam pelaksanaan layanan Antenatal Care (ANC).

Melalui sistem konsultasi daring, kondisi kesehatan ibu hamil dan janin dapat dipantau secara lebih dini melalui hasil pemeriksaan medis dan USG yang dilakukan di setiap puskesmas, kemudian dikonsultasikan langsung kepada DPJP di rumah sakit melalui media digital.

Inovasi itu dinilai memiliki dampak strategis dalam mendeteksi potensi gangguan kehamilan sejak awal, termasuk risiko BBLR (Berat Badan Lahir Rendah), posisi janin abnormal seperti sungsang maupun lintang, hingga komplikasi kehamilan yang berpotensi meningkatkan angka kematian ibu dan bayi.

Tidak hanya itu, sistem tersebut juga diarahkan sebagai instrumen preventif dalam menekan prevalensi stunting melalui pengawasan kesehatan ibu dan janin yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Saat ini, RSUD Pakuhaji bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang tengah mempersiapkan implementasi teknologi telemedicine terbaru bernama Mr. Tanya DokS, yang akan diintegrasikan dengan sejumlah RSUD di wilayah Kabupaten Tangerang.

Workshop tersebut turut membahas kesiapan sumber daya manusia dan mekanisme operasional layanan telemedicine, termasuk pengumpulan email pribadi seluruh DPJP guna registrasi akun aplikasi. Rumah sakit juga mendorong para tenaga medis untuk menggunakan email personal guna memperkuat keamanan dan validitas sistem digital yang akan digunakan.

Dalam implementasinya, pembagian jadwal pelayanan telemedicine akan disesuaikan dengan jumlah DPJP yang tersedia di masing-masing rumah sakit. Sementara bagi DPJP tunggal, jadwal pelayanan akan menyesuaikan jam kerja office hour.

Meski demikian, dr. Umie mengakui bahwa fitur layanan telemedicine saat ini masih terbatas pada sistem percakapan berbasis chat dan belum mendukung fasilitas video call maupun pengiriman gambar medis secara langsung.

“Ke depan, pengembangan fitur video call menjadi kebutuhan penting agar aspek humanis, empati, dan komunikasi antara dokter dengan pasien tetap terjaga meskipun dilakukan secara digital,” jelasnya.

Dari sisi regulasi, RSUD Pakuhaji juga menekankan pentingnya penguatan legalitas rekam medis elektronik dan pengaturan respons time tenaga medis dalam menjawab konsultasi pasien.

Untuk mendukung legalitas dan tata kelola layanan, DPJP yang bertugas dalam sistem telemedicine nantinya akan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati.

Selain itu, rumah sakit telah menyediakan dashboard pencatatan pasien sebagai bagian dari sistem monitoring layanan digital yang terintegrasi.

Workshop telemedicine tersebut turut melibatkan sejumlah dokter spesialis strategis, di antaranya dokter spesialis jantung, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dokter spesialis penyakit dalam, serta dokter spesialis anak. Kolaborasi lintas disiplin itu dipandang penting dalam memperkuat sistem konsultasi medis berbasis digital secara komprehensif.

Namun demikian, implementasi telemedicine di wilayah Pantura Kabupaten Tangerang masih menghadapi sejumlah tantangan mendasar, terutama terkait infrastruktur jaringan internet, literasi digital masyarakat, serta karakteristik sosial ekonomi warga.

Menurut dr. Umie, mayoritas masyarakat di wilayah pesisir utara masih berasal dari kelompok ekonomi menengah ke bawah dengan dominasi usia lanjut yang belum sepenuhnya familiar menggunakan teknologi digital.

“Kendala terbesar bukan hanya teknologi, tetapi kesiapan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi itu sendiri. Di beberapa wilayah utara Tangerang, akses jaringan internet juga masih menjadi hambatan,” ungkapnya.

Meski menghadapi keterbatasan tersebut, RSUD Pakuhaji optimistis telemedicine mampu memperluas jangkauan pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal jauh dari rumah sakit dan mengalami kesulitan mobilitas untuk kontrol rutin.

Dalam aspek keamanan data, RSUD Pakuhaji menegaskan telah menerapkan strategi perlindungan data berlapis melalui sistem Rekam Medis Elektronik (RME) yang terproteksi dengan pengelolaan akses terbatas sesuai standar keamanan informasi kesehatan.

Transformasi digital kesehatan di RSUD Pakuhaji juga disebut telah mendapat dukungan kebijakan pemerintah daerah, termasuk dukungan anggaran dan integrasi sistem aplikasi kesehatan berbasis telemedicine.

Lebih jauh, telemedicine diproyeksikan mampu menekan angka rujukan pasien ke rumah sakit pusat melalui mekanisme penyaringan awal berbasis konsultasi digital. Dengan demikian, sistem kesehatan daerah dinilai dapat menjadi lebih kuat, efektif, dan mandiri.

Dalam meningkatkan kesiapan tenaga kesehatan menghadapi era digitalisasi, RSUD Pakuhaji saat ini telah menerapkan sistem Rekam Medis Elektronik secara menyeluruh serta melakukan pelatihan berkala kepada pegawai terkait standar kepatuhan penggunaan teknologi layanan kesehatan.

Evaluasi sementara terhadap layanan telemedicine menunjukkan tingkat kepuasan pasien mengalami peningkatan. Kendati demikian, tantangan edukasi masyarakat mengenai penggunaan layanan digital masih menjadi pekerjaan besar yang terus dilakukan melalui sosialisasi bertahap di puskesmas, balai desa, hingga forum masyarakat dengan melibatkan tokoh masyarakat dan kader desa.

“Indikator utama keberhasilan transformasi digital kesehatan adalah meningkatnya indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit,” kata dr. Umie.

RSUD Pakuhaji juga berharap pemerintah pusat dapat mempercepat pemerataan transformasi digital layanan kesehatan di Indonesia, termasuk mempermudah sistem bridging pelaporan digital antara rumah sakit daerah dengan pemerintah pusat.

Menanggapi perkembangan Artificial Intelligence (AI) di sektor medis, RSUD Pakuhaji mengaku belum menyiapkan roadmap khusus integrasi AI dalam pelayanan kesehatan. Namun, rumah sakit membuka peluang pengembangan teknologi tersebut di masa mendatang sesuai kebutuhan pelayanan pasien dan arah kebijakan transformasi kesehatan nasional.

Di tengah akselerasi digitalisasi pelayanan publik, langkah RSUD Pakuhaji membangun sistem telemedicine menjadi sinyal kuat bahwa transformasi kesehatan daerah tidak lagi sekadar wacana administratif, melainkan kebutuhan strategis untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang inklusif, responsif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

(ADV RSUD)

Berita Terkait

Top
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f