Terminal Kali Deres Siapkan Pos Terpadu Mudik Lebaran, Kater Prasetyo: Lonjakan Penumpang Diprediksi Terjadi H-3 Idulfitri
JAKARTA, tangrayanews.com
Manajemen Terminal Tipe A Kali Deres , mulai mematangkan langkah antisipatif menghadapi arus mudik Lebaran tahun ini dengan membangun Pos Terpadu Pemantauan Arus Mudik yang akan beroperasi penuh selama periode pergerakan penumpang di tahun 2026.
Kepala Terminal (KATER) Kali Deres , Nur Prasetyo, menyatakan bahwa pos terpadu tersebut disiapkan sebagai pusat koordinasi lintas lembaga sekaligus kanal pelayanan publik bagi masyarakat yang mengalami kendala selama perjalanan mudik.
Menurut Prasetyo, pos terpadu tersebut akan diisi oleh unsur gabungan dari berbagai institusi negara serta unsur masyarakat, antara lain TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, organisasi kemasyarakatan, hingga Pramuka, guna memastikan pengawasan, keamanan, serta pelayanan terhadap penumpang berjalan secara terpadu dan responsif.
“Pos terpadu ini kami siapkan sebagai pusat pemantauan sekaligus pelayanan bagi masyarakat. Selain untuk koordinasi antar-instansi, pos ini juga menjadi sarana pengaduan apabila penumpang menghadapi kesulitan akses atau kendala selama perjalanan mudik,” tegas Prasetyo,Selasa 10/3/2026.
Berdasarkan pemetaan sementara yang dilakukan pengelola terminal, dinamika arus pergerakan penumpang diperkirakan mengalami fluktuasi pada beberapa fase krusial menjelang Hari Raya Idulfitri.
Prasetyo menjelaskan bahwa arus mudik diprediksi terjadi pada 13 hingga 14 hari sebelum Lebaran, seiring dimulainya periode libur awal bagi sebagian pekerja maupun pelajar.
Namun demikian, pada 15 hingga 16 hari, intensitas pergerakan penumpang diperkirakan mengalami penurunan sementara. “Lonjakan berikutnya diprediksi kembali meningkat menjelang H-3 Lebaran, yakni sekitar tanggal 17 hingga 18, sehingga kami akan meningkatkan kesiapsiagaan pada periode tersebut,” jelasnya.
Pola pergerakan ini, lanjutnya, merupakan hasil evaluasi dari tren arus mudik tahun-tahun sebelumnya yang menunjukkan adanya dua gelombang besar pergerakan masyarakat menuju daerah asal.
Mengacu pada data operasional tahun sebelumnya, Terminal Kali Deres mencatat sekitar 24.720 penumpang yang menggunakan layanan bus antarkota dan antarprovinsi selama periode mudik Lebaran 2025 silam.
Dengan mempertimbangkan potensi peningkatan mobilitas masyarakat tahun ini, pihak terminal telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi pelayanan, termasuk penyediaan bus bantuan (bus cadangan) guna mengantisipasi lonjakan penumpang secara mendadak.
“Bus bantuan sudah kami siapkan agar tidak ada penumpang yang terlantar apabila terjadi lonjakan permintaan perjalanan,” ujarnya.
Selain itu, fasilitas terminal juga diperkuat dengan peningkatan kapasitas ruang tunggu, optimalisasi sistem informasi keberangkatan, serta pelayanan operasional 24 jam penuh selama masa arus mudik berlangsung. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kenyamanan sekaligus keselamatan para pemudik yang menggunakan transportasi darat.
Dalam kesempatan yang sama, Prasetyo juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi ketentuan naik turun penumpang di area terminal serta membeli tiket melalui loket resmi yang telah ditentukan. Ia menegaskan bahwa praktik naik turun penumpang di luar titik resmi berpotensi mengganggu ketertiban operasional terminal sekaligus membahayakan keselamatan penumpang.
“Kami mengimbau agar penumpang naik maupun turun bus di titik yang telah ditetapkan dan membeli tiket di loket resmi. Hal ini penting untuk menjaga ketertiban, keselamatan, serta memastikan penumpang mendapatkan layanan transportasi yang terjamin,” imbuhnya.
Menurutnya, kepatuhan terhadap sistem layanan resmi terminal menjadi faktor krusial dalam menciptakan ekosistem transportasi mudik yang tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Dengan kesiapan pos terpadu, dukungan lintas lembaga, serta penguatan fasilitas pelayanan, pengelola Terminal Kali Deres berharap mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran dapat berlangsung lancar, terkendali, dan bebas dari hambatan berarti.
Rohim








