mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f

Seruan Moral di Tengah Dugaan Pencurian Kabel di Sangereng: Habib Maulana Ajak Warga Tangerang Jadikan Ramadhan Momentum Rekonstruksi Moral


TANGERANG, tangrayanews.com
Di tengah beredarnya Video unggahan mencuatnya dugaan pencurian kabel yang berulang di wilayah RW 02 Kampung Sangereng, Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, pada Jumat (27/2) sekitar pukul 02.37 WIB.

Tokoh agama Pencerah Hati, Habib Maulana Almusawa, menyampaikan seruan moral yang kuat kepada masyarakat khususnya Warga Tangerang agar momentum Ramadhan tidak tercemar oleh tindakan kriminal dan perilaku menyimpang.

Dalam pernyataannya, Maulana menegaskan bahwa bulan suci Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan ruang kontemplasi spiritual untuk memperbaiki kualitas diri, memperkuat integritas moral, dan memperkokoh solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Marilah kita jaga Ramadhan ini. Jangan nodai bulan suci dengan perbuatan yang merusak ketenangan umat. Jangan gadaikan magfirah Allah dengan keuntungan sesaat,” ujarnya.Jumat 27/2/2026.

Maulana menekankan bahwa tekanan ekonomi maupun himpitan kebutuhan hidup tidak dapat dijadikan justifikasi atas tindakan melawan hukum. Menurutnya, setiap persoalan memiliki jalan keluar yang sah dan bermartabat.

“Jika ada himpitan ekonomi, mari cari jalan yang halal. Jika ada godaan, ingatlah bahwa Allah SWT melihat, meski manusia tidak,” tuturnya.

Secara teologis dan sosiologis, Habib Maulana memandang Ramadhan sebagai momentum transformasi moral kolektif. Ia mengingatkan bahwa kejahatan besar seringkali berawal dari pembiaran terhadap kelemahan batin dan kelengahan nurani.

“Ramadhan adalah momentum memperbaiki diri, bukan memperbanyak dosa. Kejahatan besar selalu dimulai dari hati yang dibiarkan lemah,” katanya.

Ia juga mengajak warga Kampung Sangereng dan sekitarnya untuk memperkuat kontrol sosial berbasis komunitas, dengan saling mengingatkan serta menjaga lingkungan dari potensi gangguan keamanan. Menurutnya, stabilitas sosial tidak hanya ditopang oleh aparat penegak hukum, tetapi juga oleh kesadaran kolektif masyarakat.

“Untuk saudara-saudara kita di Kampung Sangereng dan sekitarnya, mari kita saling mengingatkan. Jaga lingkungan, jaga keamanan, dan yang paling penting: jaga hati,” ucapnya.

Di akhir pernyataannya, Habib Maulana memanjatkan doa agar lingkungan mereka dijauhkan dari segala bentuk kejahatan dan diberikan kekuatan untuk istiqomah dalam kebaikan.

“Semoga Allah SWT menjaga kampung kita dari orang-orang yang jahat, menguatkan kita untuk istiqomah, dan menjadikan Ramadhan ini sebagai titik balik menuju hidup yang lebih bersih dan lebih berkah,” pungkasnya.

Seruan tersebut muncul di tengah meningkatnya kewaspadaan warga menyusul dugaan aksi pencurian kabel yang disebut-sebut telah berulang. Masyarakat berharap, selain penegakan hukum yang tegas, penguatan nilai moral dan spiritual selama Ramadhan dapat menjadi benteng sosial yang efektif dalam mencegah tindak kriminalitas di lingkungan mereka.

 

Rohim

Berita Terkait

Top
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f