Jelang Idul Fitri, Kecamatan Cipondoh Santuni 210 Anak Yatim,50 Marbot Mushola, dan Kaum Dhuafa Perkuat Nilai Solidaritas Sosial
TANGERANG, tangrayanews.com
Pemerintah Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, menggelar program penyaluran bantuan sosial kepada ratusan anak yatim, marbot mushola, serta warga kurang mampu dalam sebuah kegiatan santunan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Cipondoh, Rabu (11/3/2026).
Agenda sosial tersebut tidak sekadar dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan, melainkan representasi komitmen institusi pemerintahan di tingkat kecamatan dalam memperkuat solidaritas sosial sekaligus meneguhkan dimensi kemanusiaan dalam praktik penyelenggaraan birokrasi publik.
Momentum pelaksanaan kegiatan yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan juga dipandang memiliki relevansi sosial dan spiritual yang kuat menjelang perayaan Idul Fitri. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 210 anak yatim serta 50 marbot mushola dan warga dhuafa dari berbagai kelurahan di wilayah administratif Kecamatan Cipondoh menerima santunan.

Bantuan yang disalurkan merupakan hasil penghimpunan zakat profesi para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kecamatan secara kolektif mengalokasikan sebagian pendapatan mereka sebagai bentuk kontribusi sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kepala Wilayah Kecamatan (Camat) Cipondoh H. Muhamad Marwan, S.IP., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud konkret dari internalisasi nilai-nilai kemanusiaan dalam tata kelola pemerintahan lokal. Ia menilai aparatur negara tidak dapat semata-mata diposisikan sebagai pelaksana fungsi administratif, melainkan juga memiliki tanggung jawab etis dalam memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Dalam setiap rezeki yang kita peroleh, terdapat hak-hak sosial yang seharusnya disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Prinsip inilah yang menjadi landasan moral kegiatan ini,” ujar Marwan saat memberikan sambutan di hadapan para penerima bantuan serta jajaran pegawai kecamatan.
Ia menjelaskan penyaluran santunan dilaksanakan melalui program internal membawa tema Kecamatan Cipondoh Berbagi, sebuah inisiatif sosial yang dirancang untuk menumbuhkan kultur filantropi di kalangan aparatur pemerintahan sekaligus mempererat relasi sosial antara institusi negara dan masyarakat.
Menurutnya, Ramadan menghadirkan momentum reflektif yang tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial kuat. Oleh karena itu, program berbagi diharapkan mampu memperluas manfaat ekonomi bagi kelompok masyarakat rentan sekaligus menumbuhkan empati kolektif di lingkungan birokrasi.
“Harapannya, bantuan yang diberikan dapat menghadirkan kebahagiaan sekaligus membantu meringankan kebutuhan saudara-saudara kita dalam menyambut Idul Fitri,” tuturnya.
Dalam tata kelola pemerintahan lokal, program santunan dinilai memiliki signifikansi yang melampaui aspek simbolik. Kegiatan ini mencerminkan upaya menghadirkan wajah birokrasi yang lebih humanistik, sekaligus menegaskan bahwa aparatur negara memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem sosial yang inklusif dan berkeadilan.

Di sisi lain, mekanisme penghimpunan zakat profesi oleh aparatur kecamatan juga dipandang sebagai instrumen penting dalam memperkuat modal sosial masyarakat. Kolaborasi antara institusi pemerintah dengan komunitas lokal dalam kegiatan filantropi diyakini mampu meningkatkan kohesi sosial serta memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintahan di tingkat akar rumput.
Kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dihadiri oleh jajaran pegawai Kecamatan Cipondoh serta perwakilan masyarakat dari berbagai kelurahan. Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis kepada anak yatim dan marbot mushola sebagai representasi para penerima bantuan.
Menjelang perayaan Idul Fitri, program sosial Cipondoh Berbagi diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi tradisi kemanusiaan yang berkelanjutan. Inisiatif ini dipandang mampu memperkuat nilai empati, solidaritas sosial, serta kepedulian kolektif di tengah dinamika kehidupan masyarakat perkotaan yang semakin kompleks.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kecamatan Cipondoh menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak semata diukur melalui indikator fisik seperti pembangunan infrastruktur ataupun efisiensi administrasi pemerintahan.
Kualitas pembangunan juga tercermin dari sejauh mana institusi publik mampu menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan, memperkuat keadilan sosial, serta menghadirkan keberpihakan nyata terhadap kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
Editor: Rohim








