mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f

Sutami Award 2025: Kementerian PU Apresiasi Insan Infrastruktur, Proyek Irigasi Leuwigoong Masuk Daftar Penerima


JAKARTA, tangrayanews.com
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggelar Sutami Award 2025, ajang penghargaan tahunan yang ditujukan untuk memberikan apresiasi kepada para pelaku pembangunan yang dinilai memiliki kontribusi signifikan terhadap kemajuan infrastruktur nasional. Gelaran ini berlangsung pada Senin (1/12/2025) di Auditorium Kementerian PU, Raden Patah, Jakarta Selatan, pukul 19.00–21.00 WIB.

Dalam keterangan resminya, Kementerian PU menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan atas inovasi, dedikasi, serta integritas yang ditunjukkan oleh para pemangku kepentingan di sektor pekerjaan umum dan konstruksi nasional.

“Ini adalah momentum untuk menghormati dedikasi, inovasi, dan integritas para pelaku pembangunan di seluruh Indonesia,” demikian pernyataan resmi Kementerian PU.

Penghargaan diberikan kepada perwakilan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, perusahaan jasa konstruksi, komunitas akademik, hingga insan media yang dianggap memiliki peran konstruktif dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.

Dalam rangkaian acara tersebut, Kementerian PU juga menyerahkan Piagam Penghargaan Menteri PU kepada sejumlah perusahaan konstruksi dan instansi pemerintah daerah. Penghargaan tersebut merupakan bagian dari Apresiasi Penyelenggaraan Konstruksi Indonesia 2024, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Bina Konstruksi Nomor 96/KPTS/Db/2024.

Salah satu penerima penghargaan adalah PT Marinda Utamakarya Subur, yang saat ini tengah mengerjakan Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Leuwigoong di Kabupaten Garut. Piagam diserahkan langsung kepada Firman Hidayat, Direktur Cabang PT Marinda Utamakarya Subur.

Proyek rehabilitasi tersebut tengah menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam memperkuat jaringan irigasi untuk mendukung ketahanan pangan daerah.

Selain PT Marinda Utamakarya Subur, sejumlah entitas lain juga memperoleh penghargaan, di antaranya:

* Hutama Abi / Praya Jaya Konstruksi  Yasa, KSO
Pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi III Fase 2 Paket 2

* PT Gaia Karya
Pembangunan Jaringan Perpipaan SPAM Komunal Kabupaten Kulon Progo

* PT Waskita Beton Precast Tbk
Pembangunan UNIPI Persis

* Dinas PU, Penataan Ruang & Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur

* Dinas PU, Bina Marga & Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah

* Dinas Bina Marga & Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah

Penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi pemacu semangat bagi seluruh pelaku konstruksi untuk terus meningkatkan kualitas pekerjaan, keselamatan kerja, serta profesionalitas dalam setiap tahapan pembangunan infrastruktur.

Direktur Cabang PT Marinda Utamakarya Subur, Firman Hidayat, menegaskan bahwa apresiasi tidak boleh membuat para pelaksana proyek lengah terhadap kualitas. Ia menekankan pentingnya pengawasan yang ketat dan konsisten pada proyek-proyek strategis, termasuk rehabilitasi jaringan irigasi di D.I. Leuwigoong.

Menurut Firman, pembangunan saluran primer dan sekunder yang baru diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi air sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Garut.

Mengacu pada data BPS Garut 2024, produktivitas padi lokal mencapai 5,8 ton per hektare. Dengan jaringan irigasi yang optimal, angka tersebut diproyeksikan meningkat 10–12 persen dalam beberapa tahun mendatang.

Firman menilai bahwa keberhasilan teknis pembangunan harus dibarengi dengan pemberdayaan sosial.

“Proyek ini membawa harapan besar. Namun, petani kecil harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai manfaat pengelolaan air hanya dirasakan oleh segelintir pihak,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan, termasuk kontraktor, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dan masyarakat lokal untuk memastikan keberlanjutan proyek, khususnya dalam aspek lingkungan.

“Pembangunan infrastruktur harus berpihak kepada masyarakat. Ketahanan pangan bukan semata soal bangunan fisik, tetapi juga mencerminkan keberpihakan kepada rakyat,” katanya.

Melalui penyelenggaraan Sutami Award 2025, Kementerian PU berharap terciptanya iklim pembangunan yang semakin kompetitif dan profesional. Penghargaan tersebut juga diharapkan menjadi ruang refleksi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mempertahankan kualitas, integritas, dan keberlanjutan proyek-proyek strategis nasional.

Dengan keterlibatan beragam pihak dalam daftar penerima penghargaan, pemerintah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan hanya soal penyelesaian konstruksi, tetapi juga tentang dampak sosial, keberlanjutan lingkungan, dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

 

Editor : Rohim

Berita Terkait

Top
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f