mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f

Soroti Ancaman Radikalisme: Kapolres Metro Tangerang Kota Tekankan Kesadaran Masyarakat dalam Pemutaran Film Sayap-Sayap Patah 2


TANGERANG, tangrayamews.com
Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya, menyelenggarakan kegiatan nonton bareng (nobar) film layar lebar berjudul Sayap-Sayap Patah 2: Olivia di Mall Tangcity. Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, Ketua Bhayangkari Cabang Tangerang Kota, Ny Wanda Zain Dwi Nugroho, serta jajaran pejabat utama kepolisian beserta keluarga.

Film Sayap-Sayap Patah 2: Olivia, yang diproduksi oleh Denny Siregar Production dan disutradarai oleh Ferry Fei Irawan, mengisahkan perjuangan seorang anggota Densus 88 Antiteror, AKP Pandu (diperankan oleh Arya Saloka), dalam mengungkap pelaku terorisme. Kisah ini semakin menyentuh saat perjuangannya berujung pada kehilangan putri tercintanya, Olivia, yang berusia enam tahun.

Usai pemutaran film, Kapolres Metro Tangerang Kota menegaskan bahwa film ini mengandung pesan mendalam mengenai ancaman radikalisme yang masih eksis di tengah masyarakat. “Banyak hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dari film ini. Yang utama adalah kesadaran bahwa ancaman radikalisme masih ada di lingkungan kita. Oleh karena itu, kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran paham radikal harus terus ditingkatkan,” ujar Zain.

Lebih lanjut, Zain menjelaskan bahwa jaringan radikalisme memiliki pola kerja yang tertutup dan luas, serta terus berupaya memperluas pengaruhnya. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan aktif masyarakat dalam mendeteksi dan mencegah masuknya paham radikal di lingkungan mereka. “Mereka masih ada di tengah-tengah masyarakat, tetapi sulit untuk dideteksi. Maka dari masyarakat terhadap lingkungan harus terus ditingkatkan agar setiap individu dapat saling mengingatkan dan memberikan dukungan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Zain juga menyampaikan pesan kepada keluarga besar Polri. Ia menekankan bahwa menjadi anggota kepolisian adalah suatu panggilan yang memerlukan pengorbanan dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan serta risiko. “Sebagai abdi negara, kami harus siap menerima konsekuensi apa pun. Kami tidak hanya bertugas untuk keluarga, tetapi juga untuk masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Bhayangkari Cabang Tangerang Kota, Ny Wanda Zain Dwi Nugroho, turut menyampaikan pandangannya. Ia mengungkapkan bahwa sebagai pendamping anggota Polri, dirinya selalu berupaya memberikan dukungan dan semangat kepada suami dalam menjalankan tugas negara. “Polisi adalah pelindung, pelayan, dan pengayom masyarakat. Bukan hanya milik keluarga, tetapi juga milik masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Sebagai seorang ibu, Wanda menjelaskan bahwa ia selalu berusaha memberi pemahaman kepada anak-anaknya mengenai tugas berat yang diemban oleh ayah mereka sebagai anggota Polri. “Saya telah menyampaikan kepada anak-anak bahwa tugas Polri adalah menjaga keamanan negara dan mengayomi masyarakat. Segala risiko yang ada harus dipahami sebagai bagian dari tanggung jawab besar yang diemban,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi momentum refleksi bagi keluarga besar Polri mengenai dedikasi dan pengorbanan yang menyertai profesi sebagai penegak hukum. Film *Sayap-Sayap Patah 2: Olivia, yang terinspirasi dari peristiwa Bom Gereja di Samarinda tahun 2016, diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat mengenai bahaya paham radikalisme serta pentingnya keterlibatan seluruh elemen dalam menjaga ketahanan sosial.

(Humas Polres Metro Tangerang Kota)

Rhm

Berita Terkait

Top
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f