RSUD Pakuhaji Delapan Tahun Mengabdi, Perluas Layanan dan Perkuat Peran Penyangga Kesehatan di Tangerang Utara
Kab TANGERANG, tangrayanews.com
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pakuhaji memasuki usia delapan tahun pada 2026 dengan menegaskan komitmen untuk terus bertumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Mengusung tema Terus Bertumbuh dan Berkembang Bersama Masyarakat, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 RSUD Pakuhaji menjadi penanda penting konsistensi rumah sakit milik pemerintah daerah ini dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat wilayah utara Kabupaten Tangerang.Selasa 3/2/2026.
Seiring dinamika kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, RSUD Pakuhaji secara bertahap melakukan penguatan kapasitas fasilitas dan pengembangan jenis layanan. Pada tahun ini, manajemen rumah sakit menambah dan memperluas sejumlah sarana-prasarana strategis, antara lain perluasan Ruang Triase Instalasi Gawat Darurat (IGD), Ruang Dekontaminasi IGD, serta pembukaan Ruang Rawat Inap Lantai 4 di Gedung Hemodialisa yang telah memenuhi standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).
Selain itu, kapasitas tempat tidur pasien ditingkatkan dari 130 menjadi 146 bed. Penguatan fasilitas juga mencakup penambahan Ruang Poli Paru sesuai standar, Laboratorium Patologi Anatomi, Laboratorium Mikrobiologi, Ruang Pemulasaran Jenazah, Ruang Security, Ruang Kasir, serta Gudang Logistik. Di sisi layanan medis, RSUD Pakuhaji meluncurkan Layanan Bedah Onkologi, Poliklinik Nyeri, serta pengembangan Layanan Hemodialisa.
Direktur RSUD Pakuhaji, dr. Hj. Umie Kulsum, MM, dalam sambutannya menegaskan bahwa delapan tahun perjalanan RSUD Pakuhaji merupakan proses berkelanjutan yang tidak terputus dalam melayani masyarakat utara Kabupaten Tangerang. Pada momentum HUT ke-8 ini, RSUD Pakuhaji meluncurkan inovasi penambahan 10 tempat tidur khusus onkologi serta memperluas pelayanan bedah payudara yang kini telah dapat diakses masyarakat secara lebih optimal.
“Kami terus berpacu meningkatkan layanan, termasuk menghadirkan gerai darah agar masyarakat tidak perlu lagi dirujuk jauh ke rumah sakit lain. Harapan kami, di usia delapan tahun ini, RSUD Pakuhaji juga memperoleh penambahan lahan sehingga tidak ada satu pun pelayanan yang terputus, terutama bagi masyarakat Kabupaten Tangerang bagian utara,” ujar Umie Kulsum.
Menurutnya, pelayanan kesehatan bukanlah titik akhir, melainkan sebuah proses adaptif yang harus terus menyesuaikan kapasitas fasilitas dan tipe rumah sakit. “Orientasi kami satu, yakni pelayanan optimal bagi masyarakat, khususnya wilayah utara Kabupaten Tangerang,” katanya.
Lanjut umie, Ke depan RSUD Pakuhaji telah menyiapkan rencana pengembangan sarana dan layanan seiring dengan perluasan lahan rumah sakit seluas 4,8 hektare. Pengembangan tersebut meliputi penambahan layanan Poliklinik Urologi, Prostodontia, Kedokteran Gigi Anak, pemeriksaan fertilitas dan program bayi tabung, serta penguatan layanan Hematologi Anak.

Dalam delapan tahun perjalanan institusional, RSUD Pakuhaji mencatat sejumlah capaian signifikan, terutama dalam tata kelola rumah sakit dan manajemen keuangan yang beberapa kali meraih penghargaan. Namun, capaian yang dinilai paling membanggakan adalah diraihnya penghargaan pelayanan Tuberkulosis (TBC) Paru terbaik tingkat nasional pada 2024.
“Penghargaan ini sangat bermakna karena sejalan dengan Asta Cita Presiden. TBC masih menjadi persoalan kesehatan utama di Indonesia, dan RSUD Pakuhaji mampu berkontribusi nyata dalam upaya penanggulangannya,” lugas Umie Kulsum.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, MARS, menegaskan bahwa HUT ke-8 RSUD Pakuhaji harus menjadi momentum penguatan motivasi seluruh jajaran manajemen agar tidak pernah menghentikan pelayanan dalam kondisi apa pun.
“Sekalipun terdapat keterbatasan ruang atau fasilitas, prinsipnya seluruh pasien yang datang wajib dilayani, baik di IGD maupun unit pelayanan lainnya. RSUD Pakuhaji merupakan rumah sakit penyangga utama pelayanan kesehatan masyarakat wilayah utara Kabupaten Tangerang,” ujar Hendra Tarmizi.
Lebih lanjut, Dinas Kesehatan mengarahkan pengembangan RSUD Pakuhaji agar lebih terfokus pada penanganan penyakit infeksi kronis dan infeksi tropis menular, sesuai karakteristik epidemiologis wilayah pesisir utara Tangerang. Kebijakan tersebut, menurut dia, akan terus diselaraskan dengan visi dan arah pembangunan kesehatan yang ditetapkan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan sistem rujukan berjenjang dari Puskesmas ke rumah sakit agar berjalan cepat, efektif, dan responsif. “Rujukan harus berjalan lancar. Di tingkat rumah sakit, direktur bertanggung jawab memastikan seluruh layanan diberikan secara cepat, tepat, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” tegasnya.
Peringatan HUT ke-8 RSUD Pakuhaji diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Tangerang, dan Mars RSUD Pakuhaji, dilanjutkan doa yang dipimpin Ketua MUI Kecamatan Pakuhaji, Ustadz Hasan Basri. Selama kegiatan berlangsung, RSUD Pakuhaji juga menggelar layanan konsultasi kesehatan, pemeriksaan ibu hamil, pengantaran obat gratis, serta layanan prioritas di Poli Paru, Poli Onkologi, dan Poli Urologi sebagai wujud penguatan pelayanan promotif dan preventif.
Pada kesempatan tersebut, manajemen rumah sakit menyerahkan penghargaan kepada Pegawai Teladan, unit dengan Kebersihan, Keindahan, dan Kerapihan Ruangan terbaik, serta tim olahraga Sixfeo Football. Acara ditutup dengan pemotongan kue dan tumpeng HUT RSUD Pakuhaji, peninjauan layanan Cek Kesehatan Gratis (Tim CKG), serta peresmian rencana perluasan lahan dan pembangunan RSUD Pakuhaji.
Peresmian juga mencakup penggunaan sejumlah bangunan baru, antara lain Ruang Rawat Inap Lantai 4, Gedung Pemulasaran Jenazah, Poli Paru, Ruang Security dan Humas, Ruang Kasir, serta Ruang Dekontaminasi. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemberian santunan secara simbolis kepada 100 anak yatim dan kunjungan kepada pasien.
Acara tersebut dihadiri Bupati Tangerang, Sekretaris Daerah, Asisten I Kesejahteraan Rakyat, Kepala BPKAD, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala DPPKB, Kepala Dinas Perhubungan, pimpinan RSUD se-Kabupaten Tangerang, Ketua IDI dan IBI Cabang Tangerang, Ketua PPNI Kabupaten Tangerang, unsur TNI-Polri, Camat dan lurah Pakuhaji, para kepala desa, serta tenaga medis.
Memasuki usia delapan tahun, RSUD Pakuhaji menegaskan posisinya bukan sekadar sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, melainkan sebagai institusi publik yang terus beradaptasi, berinovasi, dan berkomitmen menjaga hak masyarakat atas layanan kesehatan yang bermutu, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Rohim








