mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f

Prof Sutan Nasomal Desak Presiden Kerahkan Langkah Luar Biasa Atasi Krisis Bencana dan Ancaman Kelaparan di Aceh–Sumut


BANDA ACEH, tangrayanews.com
Gelombang banjir dan longsor yang menerjang Aceh dan Sumatera Utara pada akhir 2025 telah mengantarkan kedua provinsi itu pada situasi krisis kemanusiaan yang semakin kompleks. Terputusnya jalur transportasi, akses logistik yang terbatas, serta keterlambatan distribusi bantuan memperburuk kondisi sosial-ekonomi warga di wilayah terdampak.

Pakar Hukum Internasional sekaligus Ekonom Nasional, Prof Dr KH Sutan Nasomal, SH, MH, menilai pemerintah pusat harus mengambil tindakan luar biasa. Dalam percakapan dengan sejumlah pemimpin redaksi media nasional dan internasional, 4 Desember 2025, ia menekankan pentingnya langkah cepat dan komando terpadu dari Presiden.

“Presiden Prabowo Subianto perlu segera memerintahkan seluruh elemen pemerintahan untuk bertindak cepat, terukur, dan berorientasi pada pencegahan krisis lanjutan. Pemerintah juga harus menyiapkan desain mitigasi strategis agar bencana serupa tidak kembali terjadi,” ujar Prof Sutan.Kamis 4/12/2025.

Harga Kebutuhan Pokok Melonjak Tajam, Prof Sutan menggambarkan situasi ekonomi warga sebagai kondisi yang kian terjepit. Gangguan distribusi telah membuat harga kebutuhan dasar tidak terkendali:

* Bensin eceran di daerah terpencil mencapai
    Rp45.000 per liter.
* Telur ayam melambung hingga Rp70.000 per
    kilogram.
*  Beras 15 kilogram dari sebelumnya Rp200.000
    kini tembus Rp350.000, dengan ketersediaan
    yang semakin langka.

Kenaikan tersebut berlangsung serempak di hampir seluruh titik bencana. Banyak warga kehilangan peralatan rumah tangga, simpanan, dan hasil panen sehingga tak lagi mampu membeli bahan pangan, sekalipun tersedia.

Menurut Prof , sejumlah kecamatan dan desa di Aceh dan Sumut masih sepenuhnya terisolasi. Kerusakan jalan dan runtuhan material tanah membuat kendaraan bantuan tidak dapat masuk. Restorasi jaringan telekomunikasi yang baru pulih sebagian memungkinkan jurnalis dan warga mengirimkan laporan kondisi lapangan secara terbatas.

Beberapa laporan yang diterima redaksi menggambarkan, Pesisir Kuta Sembuling, Aceh Singkil  Warga mengaku belum menerima bantuan sejak awal bencana. Akses jalan rusak berat. Melaboh, Aceh Barat Bantuan logistik belum menjangkau wilayah tersebut hingga berita ini diturunkan. Lhokseumawe  Warga mendesak keberadaan beras, air bersih, layanan kesehatan, dan obat-obatan.

Kelompok rentan seperti lansia, ibu, dan anak-anak disebut dalam kondisi mengkhawatirkan akibat kurangnya asupan gizi dan air bersih. Prof menilai bahwa pendirian pos kesehatan darurat harus menjadi prioritas pertama, khususnya untuk menangani gejala penyakit yang muncul pasca-bencana.

Di tengah keprihatinan itu, Prof Sutan juga memberikan apresiasi terhadap respon awal pemerintah. “Kami mengapresiasi langkah cepat Presiden, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat yang telah mengirimkan bantuan di sejumlah titik,” katanya.

Namun, menurutnya, skala dan dampak bencana saat ini membutuhkan kebijakan yang jauh lebih besar. “Sangat bijaksana jika Presiden menetapkan status Bencana Nasional. Dengan demikian, Indonesia dapat membuka pintu bantuan dari negara-negara sahabat untuk memperkuat operasi kemanusiaan di Aceh, Sumut, dan Sumbar,” ungkapnya.

Ia menilai kebutuhan mendesak meliputi ratusan ribu tenda darurat, dapur umum skala besar, serta jalur evakuasi yang aman, mengingat curah hujan yang masih tinggi dan potensi terjadinya bencana susulan.

Dalam evaluasinya, Prof Sutan menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi kelaparan massal apabila penanganan tidak segera dilakukan secara komprehensif dan terkoordinasi.

“Situasinya ekstrem. Banyak warga kehilangan seluruh harta benda dan tidak memiliki apa pun untuk membeli makanan. Sangat banyak, bahkan jutaan warga terancam kelaparan bila intervensi besar tidak segera dilakukan,” tegasnya.

Prof menilai keterlibatan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam pengendalian operasi darurat sangat menentukan keselamatan warga di wilayah terdampak.

Sumber: Prof Dr KH Sutan Nasomal, SH, MH
Pakar Hukum Internasional • Ekonom Nasional Presiden Partai Oposisi Merdeka
Pengasuh Ponpes Ass-Saqwa Plus Jakarta

 

Rohim

Berita Terkait

Top
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f