mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f

Polda Kepulauan Riau dan Paguyuban Bersatu Jaga Keamanan Daerah


BATAM, tangrayanews.com
Dalam upaya memperkuat kohesi sosial dan menjamin keberlanjutan stabilitas keamanan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) menginisiasi forum dialog strategis Tatap Muka Kapolda Kepri Bersama Paguyuban dan Tokoh Masyarakat Tahun 2025, yang digelar di Hotel Nagoya Hill, Batam, Senin (29/9/2025).

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau, Irjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., didampingi Wakapolda Kepri, Brigjen. Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., serta dihadiri jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Kepri. Sebanyak 110 perwakilan dari 21 paguyuban etnis dan organisasi tokoh masyarakat turut serta dalam forum, menjadikannya ruang deliberatif yang merepresentasikan keragaman sosial-budaya di Kepri.

Dalam sambutannya, Kapolda Kepri menegaskan bahwa stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) merupakan prasyarat fundamental bagi terciptanya iklim investasi, perdagangan, pariwisata, dan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Beliau menggarisbawahi posisi strategis Kepri sebagai simpul pertumbuhan ekonomi regional yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Johor Bahru, yang menjadikan aspek keamanan tidak hanya bersifat lokal tetapi berdampak regional.

“Meskipun dalam tiga bulan terakhir terdapat tren penurunan gangguan Kamtibmas, kita tidak boleh lengah. Potensi konflik sosial serta isu-isu sensitif berbasis SARA dan disinformasi masih menjadi ancaman laten yang harus kita antisipasi bersama,” jelas Irjen Asep Safrudin.

Kapolda turut menyampaikan komitmen institusional terhadap profesionalisme dan akuntabilitas internal, dengan menegaskan prinsip zero tolerance terhadap pelanggaran etik dan pidana oleh personel Polri. Sebagai wujud nyata, lebih dari 30 anggota yang terbukti melanggar telah dikenai sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Lebih jauh, Asep Safrudin secara eksplisit mengapresiasi peran strategis paguyuban dalam menjaga kohesi sosial melalui fungsi-fungsi mediasi, edukasi, dan diseminasi informasi yang konstruktif. Paguyuban dinilai mampu menjadi agen stabilisasi sosial yang menjembatani komunikasi antara masyarakat dan aparat penegak hukum, terutama dalam konteks pencegahan konflik sosial sejak dini.

Dalam forum tersebut, Kapolda turut memaparkan keberlanjutan program-program unggulan Polri yang diarahkan untuk memperluas partisipasi publik, antara lain:

“Jumat Curhat” – sarana komunikasi dua arah antara masyarakat dan jajaran Polri, mulai dari tingkat Polda hingga Polsek.

“Police Goes to School” – program edukatif bagi pelajar dan generasi muda untuk memahami aspek hukum dan nilai-nilai anti-kekerasan.

“Dapur Lapangan” – kegiatan sosial yang secara rutin membagikan 300 paket makanan gratis setiap Jumat, sebagai bentuk penguatan kehadiran sosial Polri.

Dalam sesi dialog terbuka, berbagai aspirasi krusial mengemuka dari para perwakilan paguyuban. Di antaranya:

Erwin, dari Keluarga Besar Kampar Kepri, serta Bambang, dari Ikatan Keluarga Besar Sumsel, menyuarakan kekhawatiran atas maraknya peredaran narkotika, baik di wilayah permukiman, lembaga pemasyarakatan, maupun tempat hiburan malam. Keduanya juga menyinggung praktik pungutan liar (pungli) oleh oknum aparat dalam penanganan kasus hukum.

Kris dari Paguyuban Nias dan Yusuf, Wakil Ketua Perwakilan Keluarga NTT, menekankan perlunya peningkatan literasi digital masyarakat agar tidak terjebak dalam arus disinformasi dan ujaran kebencian di media sosial, yang kerap menjadi pemantik konflik horizontal.

Selain itu, perwakilan paguyuban mengusulkan penguatan program pencegahan konflik di kalangan pelajar dan mendorong agar kepolisian lebih inklusif dalam menerima masukan komunitas dalam proses penyelesaian perkara.

Forum ini menjadi bukti konkret bahwa pembangunan keamanan tidak semata-mata menjadi tanggung jawab institusi Polri, tetapi merupakan agenda kolektif yang menuntut partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks Kepri yang pluralistik, sinergi antara aparat keamanan, komunitas etnis, dan tokoh masyarakat menjadi modal sosial utama dalam menciptakan tatanan sosial yang harmonis, inklusif, dan adaptif terhadap dinamika zaman.

“Kamtibmas bukan hanya tentang absennya kejahatan, tetapi hadirnya rasa aman yang merata dan berkeadilan bagi seluruh warga Kepri. Dalam semangat Presisi, kami berkomitmen terus membangun kepercayaan publik melalui pendekatan humanis, profesional, dan berintegritas,” tegas Kapolda.

Dengan semangat kebersamaan yang terbangun dalam forum ini, Polda Kepri menegaskan peran strategisnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, serta mitra aktif dalam memfasilitasi pembangunan sosial dan ekonomi daerah. Dialog seperti ini diharapkan menjadi agenda berkelanjutan dalam memperkuat jejaring sosial antara negara dan warga dalam kerangka negara hukum yang demokratis.

Salam Presisi
Bidang Humas Polda Kepri
Kombes. Pol. Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si.
Kabid Humas Polda Kepri

Email: humaspoldakepri1@gmail.com
Telp/Fax: 0778-7760038
Twitter: @poldakeprihumas
Facebook: Humas Polda Kepri
Instagram: @humaspoldakepri

 

Rohim

Berita Terkait

Top
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f