mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f

Penurunan Signifikan Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Semester I Tahun 2025: Hasil Nyata Strategi Terpadu Korlantas Polri


JAKARTA, tangrayanews.com
Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Korps Lalu Lintas (Korlantas) mencatat capaian positif dalam upaya peningkatan keselamatan berlalu lintas di Indonesia. Berdasarkan data perbandingan semester I tahun 2024 dan 2025, terjadi penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas sebesar 2,6%, yakni dari 72.638 kasus pada Januari–Juni 2024 menjadi 70.749 kasus pada periode yang sama tahun 2025.

Tak hanya menurunnya jumlah kecelakaan, tingkat fatalitas juga menunjukkan penurunan yang signifikan. Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan sebesar 18,28%, yakni dari 13.781 jiwa pada tahun 2024 menjadi 11.262 jiwa pada tahun 2025. Angka ini menandai pergeseran positif dalam efektivitas kebijakan keselamatan jalan yang diimplementasikan oleh Korlantas Polri.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, M.Si., dalam keterangannya menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil konkret dari berbagai intervensi strategis yang dilakukan secara terintegrasi oleh jajaran Korlantas di seluruh wilayah hukum Indonesia.

“Upaya keras yang dilakukan Korlantas Polri selama semester I tahun 2025 dalam menekan angka kecelakaan telah membuahkan hasil yang nyata,” ujar Irjen Agus. Sabtu, 19/7/2025.

Beberapa program kunci yang dinilai berkontribusi signifikan terhadap penurunan tersebut antara lain:

1. Program Polantas Menyapa – sebuah pendekatan humanis dan partisipatif di mana petugas lalu lintas aktif menjalin komunikasi langsung dengan masyarakat guna meningkatkan kesadaran akan keselamatan berkendara.

2. Penertiban Kendaraan Overdimension dan Overload (ODOL), langkah represif dan preventif terhadap pelanggaran muatan kendaraan angkutan barang yang terbukti menjadi salah satu penyumbang utama kecelakaan lalu lintas.

3. Peringatan Hari Keselamatan Lalu Lintas  yang bertujuan membangun budaya sadar keselamatan di tengah masyarakat melalui edukasi dan kampanye nasional yang bersifat kolaboratif lintas sektoral.

4. Operasi Patuh  sebagai bentuk penguatan penegakan hukum di jalan raya secara masif, serentak, dan terukur.

Meskipun demikian, data menunjukkan bahwa sepeda motor masih menjadi jenis kendaraan yang paling dominan terlibat dalam insiden kecelakaan, yakni sebanyak 94.339 unit pada semester I tahun 2025. Meski mengalami penurunan 1,15% dibandingkan tahun sebelumnya (95.435 unit), sepeda motor tetap menjadi fokus perhatian dalam strategi keselamatan lalu lintas nasional.

Lebih lanjut, perilaku pengemudi juga masih menjadi faktor dominan pemicu kecelakaan. Terutama perilaku tidak menjaga jarak aman antar kendaraan, yang meningkat dari 26.532 kasus pada 2024 menjadi 27.555 kasus pada 2025.

Penurunan angka kecelakaan dan fatalitas ini merupakan indikator keberhasilan awal, namun sekaligus menjadi landasan reflektif untuk memperkuat kebijakan keselamatan transportasi berbasis data, teknologi, edukasi, dan penegakan hukum secara simultan.

Dengan pendekatan holistik dan kolaboratif yang melibatkan pemangku kepentingan lintas sektor, Korlantas Polri menegaskan komitmennya dalam mengedepankan prinsip “zero tolerance” terhadap pelanggaran lalu lintas serta terus mendorong transformasi budaya berlalu lintas yang berkeselamatan di Indonesia.

Red

Berita Terkait

Top
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f