mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f

Pakde Toni dan Ketekunan yang Terjaga: Eksistensi Pengrajin Batu Akik di Tengah Redupnya Popularitas Komoditas Lokal


Tangerang Selatan, tangrayanews.com
Di tengah pasang surut dinamika pasar kerajinan lokal, terutama setelah meredupnya tren batu akik yang sempat mencapai puncak popularitas nasional pada pertengahan dekade 2010-an, masih terdapat sosok-sosok yang konsisten menjaga keberlanjutan warisan ini. Salah satunya adalah Pakde Toni, pengrajin batu akik yang menetap di kawasan Serpong, Tangerang Selatan.

Ditemui di kediamannya pada Selasa (29 Juli 2025), Pakde Toni tampak tekun merampungkan pesanan pelanggan setianya. Meskipun geliat pasar tidak seramai dahulu, pria asal Jawa Tengah tersebut mengaku tetap mendapatkan penghasilan stabil dari hasil kerajinannya.

“Alhamdulillah, masih banyak pelanggan yang percaya dengan karya saya. Sore ini saja saya akan mengantar cincin ke kawasan Nusaloka BSD,” ujarnya kepada tangrayanews.com.

Pakde Toni memulai usaha kerajinan batu akik sejak tahun 2014, pada masa di mana batu mulia lokal seperti Bacan, Kalimaya, dan Ruby Nusantara sedang digemari berbagai kalangan. Kala itu, penghasilannya dapat mencapai Rp500 ribu hingga Rp1 juta per hari. Kini, meskipun secara ekonomi tak sebesar dahulu, eksistensinya tetap kuat berkat mutu kerajinan dan relasi jangka panjang dengan pelanggan.

Koleksi batu yang dikelola Pakde Toni mencerminkan keragaman geologis Indonesia sekaligus kekayaan budaya yang tersemat dalam material alam. Mulai dari Bacan Doko asal Halmahera, Pandan Bali, Yaman, Ruby, Sapphire, hingga Kalimaya Banten, seluruhnya ditampilkan dalam berbagai bentuk perhiasan seperti cincin, gelang bahar, hingga aksesori unik seperti cangkok rokok.

“Cincin saya jual mulai Rp100 ribu sampai Rp900 ribu. Untuk gelang bahar harganya antara Rp50 ribu hingga Rp300 ribu. Kalau cangkok rokok, tergantung bahan dan detailnya, bisa mencapai Rp2 juta,” jelas Pakde Toni.

Estetika, ketelitian pengerjaan, dan keaslian bahan menjadi tiga prinsip utama yang dijaga oleh Pakde Toni. Tak heran bila sebagian besar pelanggannya berasal dari komunitas pecinta batu akik dan kolektor yang mengapresiasi nilai seni dan keotentikan material.

Tren batu akik di Indonesia mencapai puncaknya pada masa pemerintahan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang kala itu memberikan cincin Bacan sebagai cendera mata kenegaraan kepada Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Peristiwa ini bukan hanya menjadi catatan diplomatik, tetapi juga simbol pengakuan terhadap nilai budaya dan sumber daya alam Indonesia.

Akan tetapi, layaknya tren pada umumnya, minat pasar mengalami peluruhan. Meski demikian, pelaku usaha seperti Pakde Toni tetap bertahan sebagai simbol ketekunan dan kepercayaan terhadap nilai jangka panjang sebuah kerajinan.

“Kualitas dan integritas kerja adalah kunci utama. Tren boleh naik turun, tapi kepuasan pelanggan tidak boleh turun,” ungkapnya.

Di tengah penetrasi produk industri massal, keberadaan pengrajin independen seperti Pakde Toni menjadi oase yang mewakili martabat kerajinan tangan Indonesia. Batu akik, yang tidak hanya memiliki nilai estetika tetapi juga nilai simbolik dan spiritual dalam berbagai kebudayaan lokal, selayaknya tidak hanya dipandang sebagai komoditas, tetapi juga sebagai artefak budaya.

Penguatan narasi tentang keingintahuan ekonomi lokal, apresiasi terhadap kearifan tradisional, serta pentingnya pelestarian kerajinan berbasis sumber daya alam domestik perlu terus didorong oleh pemerintah daerah maupun komunitas penggiat budaya.

Kisah Pakde Toni adalah cerminan dari bagaimana pelaku UMKM bertahan di tengah tantangan zaman. Ia tidak sekadar menjual batu mulia, tetapi juga menjual nilai, kepercayaan, dan semangat menjaga jati diri budaya bangsa. Di saat banyak sektor mengalami kerugian akibat tren yang berubah cepat, Pakde Toni memilih setia pada kualitas, dedikasi, dan rasa cinta terhadap profesinya.

“Selama masih ada yang percaya pada keindahan batu alam dan nilai kerja tangan sendiri, saya akan terus berkarya,” tutupnya.

 

 

Penulis: AMS
Editor:   Redaksi tangrayanews.com

Berita Terkait

Top
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f