Operasi Senyap Bareskrim Polri di Madina, Diduga Dua Ekskavator PETI di Police Line
MADINA, tangrayanews.com
Personel Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Kriminal Khusus Bareskrim Polri melakukan operasi senyap untuk menindak praktik dugaan Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah hukum Polres Mandailing Natal, Sumatera Utara. Operasi penegakan hukum tersebut menyasar sejumlah titik yang selama ini dilaporkan masyarakat sebagai lokasi aktivitas tambang emas ilegal.
Tim yang dipimpin AKBP Fajar telah berada di Madina sejak Kamis. Dengan pola penyisiran tertutup, personel Tipidter melakukan pemeriksaan intensif pada area-area yang diduga menjadi pusat aktivitas ilegal.
Dalam rangkaian operasi itu, dua unit alat berat jenis ekskavator diamankan di Desa Tombang Kaluang. Meski saat ditemukan tidak sedang beroperasi, kedua ekskavator berada di area yang diduga kuat termasuk dalam jaringan PETI aktif. Aparat kemudian memasang garis polisi sebagai langkah penegakan hukum awal serta pengamanan lokasi.
Sejumlah titik lain yang selama ini menjadi sorotan warga juga turut disisir secara terarah dan tidak terbuka kepada publik, guna memastikan tidak ada aktivitas yang dapat mengganggu jalannya penyidikan.
Hingga laporan ini diturunkan, baik Mabes Polri maupun Polres Mandailing Natal belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait rincian operasi dan potensi penetapan tersangka.
Kapolres Mandailing Natal, AKBP Arie Sofandi Paloh, membenarkan adanya kegiatan penertiban PETI oleh Tipidter Bareskrim di wilayah hukumnya.
“Benar ada kegiatan penertiban tambang emas ilegal. Operasi tersebut dilaksanakan melalui koordinasi dengan Polres dan Polsek Batang Natal,” ujar Kapolres saat ditemui awak media, Jumat (14/11/2025).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh proses dan hasil operasi masih berada di bawah kendali penuh Bareskrim Polri.
“Untuk giat dan hasil giat, semuanya masih di bawah kendali Bareskrim,” katanya.
Informasi dari lapangan menyebutkan bahwa dua ekskavator yang diamankan diduga milik S, warga Desa Tombang Kaluang, dan P, warga Kelurahan Muara Soma. Sementara satu unit lainnya yang dikaitkan dengan O dilaporkan telah keluar dari lokasi sebelum tim melakukan penyisiran.(S.N)
Red








