mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f

Menimipas Soroti Jawara Beton Lapas Kelas 1 Tangerang Siap Dikembangkan sebagai Industri Ramah Lingkungan Nasional


TANGERANG, tangrayanews.com
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Republik Indonesia, Agus Andrianto, melakukan kunjungan kerja strategis ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang dalam rangka meninjau proses produksi material konstruksi eco-friendly bertemakan Jawara Beton. Inisiatif ini merupakan bentuk konkret dari sinergi antara sektor pemasyarakatan dan industri energi, khususnya melalui pemanfaatan limbah padat PLTU berupa Fly Ash and Bottom Ash (FABA).Kamis, 21/08/2025.

Produk unggulan seperti paving block dan batako yang diproduksi oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) ini tidak hanya memiliki nilai ekonomis tinggi, namun juga mencerminkan paradigma baru dalam tata kelola lembaga pemasyarakatan berbasis pemberdayaan, keterampilan teknis, dan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Dalam sambutannya, Menteri Agus menekankan bahwa kolaborasi antara Lapas Kelas I Tangerang dan PLTU Lontar, Banten, merupakan bentuk implementasi strategis dari kebijakan rehabilitasi sosial berbasis produktivitas dan ekonomi sirkular.

“Inovasi ini bukan sekadar penciptaan produk, melainkan sebuah showcase kemampuan Warga Binaan dalam menghasilkan karya yang berdaya saing tinggi serta berpotensi ditransformasikan menjadi industri skala besar yang inklusif,” terangnya.

Produk Jawara Beton telah melalui proses rekayasa material dengan standar kekuatan K100, yang menandakan bahwa produk tersebut layak untuk diaplikasikan dalam sektor konstruksi publik dan privat. Kapasitas produksi saat ini mencapai 1.500 unit paving block dan batako per hari, menjadikannya sebagai salah satu unit produksi paling produktif di lingkungan lembaga pemasyarakatan nasional.

Menimipas menyoroti pentingnya pendekatan holistik dalam pengelolaan limbah industri, khususnya FABA, yang selama ini dianggap sebagai material residu dengan risiko ekologis tinggi. “Melalui pendekatan rekayasa material dan pelatihan teknis kepada Warga Binaan, FABA kini bertransformasi menjadi sumber daya alternatif yang produktif. Model ini tidak hanya menjawab tantangan lingkungan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” tegasnya.

Lebih lanjut, Agus Andrianto menekankan bahwa keberhasilan Jawara Beton dapat menjadi model replikasi nasional di Lapas lain yang memiliki kapasitas produksi serupa dan akses terhadap sumber limbah industri.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut, memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan unit produksi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa Kementerian akan mengalokasikan investasi infrastruktur melalui penambahan unit mesin cetak dan peningkatan sarana kerja untuk meningkatkan efisiensi serta skala produksi.

“Ke depan, program ini akan diperluas dengan melibatkan lebih banyak Warga Binaan yang telah menjalani pelatihan vokasional bersertifikat. Tujuannya adalah memastikan bahwa aspek transfer of knowledge dan keterampilan benar-benar menjadi modal reintegrasi sosial pasca-pemidanaan,” jelas Mashudi.

Ia juga menambahkan bahwa program ini selaras dengan arah kebijakan reformasi pemasyarakatan yang menekankan pendekatan humanis dan produktif, bukan hanya pembatasan kebebasan semata.

Inisiatif Jawara Beton menjadi preseden positif dalam mendorong lembaga pemasyarakatan sebagai agen perubahan sosial dan ekonomi. Tidak hanya sebagai institusi pembinaan, tetapi juga sebagai ruang produktif yang terintegrasi dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.

Langkah ini juga memperkuat posisi Lapas dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya pada poin ke-12 tentang produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab, serta poin ke-9 terkait industri, inovasi, dan infrastruktur.

Menimipas menegaskan bahwa upaya serupa akan terus direplikasi di berbagai unit pemasyarakatan lain, guna memastikan bahwa setiap Warga Binaan memiliki akses terhadap pendidikan vokasional, produktivitas, dan kemandirian ekonomi.

 

 

Rhm

Berita Terkait

Top
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f