mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f

Menapak Usia Emas: Herni Wulung Rayakan 50 Tahun Kehidupan dalam Ruang Refleksi Seni Persahabatan dan Kemanusiaan


TANGERANG, tangrayanews.com                        Usia setengah abad kerap dipahami bukan sekadar penanda biologis, melainkan fase transisi eksistensial yang sarat makna. Di titik inilah, Herni Wulung menandai perjalanan hidupnya dengan sebuah perayaan ulang tahun ke-50 yang berlangsung hangat, khidmat, dan reflektif, Minggu malam, 21 Desember 2025, di Ingat Kamu Cafe & Resto, Jalan Kavling Pemda Raya, Nusa Jaya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang.

Lebih dari sekadar seremoni peringatan hari lahir, perhelatan tersebut menjelma sebagai ruang kontemplasi kolektif tempat bertemunya seni, persahabatan, keluarga, serta jejaring sosial-profesional yang telah dibangun lintas waktu dan lintas disiplin. Dalam suasana sederhana namun penuh kedalaman makna, usia 50 tahun dimaknai sebagai momentum pendewasaan, penjernihan kesadaran diri, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan yang selama ini menjadi fondasi perjalanan hidup Herni Wulung.

Acara yang dipandu oleh Boby Bolywood sebagai pembawa acara ala India berlangsung dengan alur tertata, menghadirkan nuansa intim dan dialogis. Hadir dalam perayaan tersebut keluarga inti Herni Wulung, mulai dari sang abang Asep Jatnika, kakak kandung Ai Sri, hingga putri tercinta yang turut berperan aktif dalam rangkaian acara.

Salah satu momen paling emosional terjadi ketika Nabela syabani putri , putri kandung Herni Wulung, membawakan sebuah lagu ciptaan sang ibu. Lagu dengan lirik reflektif dan melankolis itu dipersembahkan sebagai bentuk penghormatan sekaligus dialog batin lintas generasi. Secara simbolik, penampilan tersebut merepresentasikan perjalanan hidup, dinamika emosional, serta proses pendewasaan yang mengiringi Herni Wulung hingga memasuki fase usia emas.

Para tamu undangan tampak larut dalam suasana penghayatan. Setiap bait lagu menjadi medium ekspresi ketulusan, menegaskan kesinambungan nilai keluarga, seni, dan kejujuran emosional yang selama ini melekat pada sosok Herni Wulung.

Dalam suasana penuh kehangatan itu, Asep Jatnika, saudara kandung kedua dari keluarga besar Herni Wulung, menyampaikan sambutan yang sarat makna reflektif. Ia menekankan bahwa perjalanan hidup Herni tidak semata ditandai oleh capaian personal, tetapi juga oleh konsistensi dalam merawat nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, serta integritas relasi.

“Usia 50 tahun bukan sekadar angka, melainkan fase kedewasaan dalam memahami hidup secara utuh. Kami sebagai keluarga melihat Herni bukan hanya sebagai saudara, tetapi sebagai sosok yang terus belajar, berbagi, dan memberi makna bagi lingkungannya,” terangnya.

IR.AsepJatnika Sutrisno,M.M. Saudara Kandung kedua Herni Wulung juga Mantan Kepala Dinas pertanian Kabupaten Tangerang menyampaikan harapan agar perjalanan hidup Herni Wulung ke depan senantiasa dilandasi kesehatan, ketenangan batin, serta keberlanjutan karya yang memberi manfaat luas, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi komunitas dan masyarakat secara umum.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Budi Schwarzkrone Kaka Ipar,sekaligus seniman musik sutradara dan produser film yang dikenal luas dalam dunia seni dan kebudayaan. Dalam pengantar reflektifnya, Budi menekankan pentingnya konsistensi, integritas, dan kesadaran nilai dalam berkarya maupun menjalani kehidupan.

Dilanjutkan memimpin doa bersama, memohonkan kesehatan, keberkahan, serta kelapangan jalan hidup bagi Herni Wulung ke depan, baik dalam ranah personal, profesional, maupun sosial.

Dalam sambutannya, Herni Wulung menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan dengan penuh kehangatan. Ia menegaskan bahwa kehadiran para sahabat, khususnya insan pers dan pimpinan organisasi jurnalistik merupakan kehormatan besar yang memiliki makna mendalam bagi dirinya dan keluarga.

“Terima kasih atas kehadiran para ketua organisasi dan teman-teman insan pers. Ini adalah kesenangan sekaligus kehormatan besar bagi kami sekeluarga, karena teman-teman berkenan hadir dan memberikan doa restu,” tutur Herni dengan nada penuh keceriaan. Herni juga menyampaikan permohonan maaf atas penyampaian undangan yang dilakukan secara digital. Menurutnya, keterbatasan jarak dan waktu menjadi pertimbangan utama, tanpa mengurangi esensi silaturahmi dan kebersamaan yang ingin dibangun.

Perayaan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting dari kalangan organisasi pers dan dunia seni. Tampak hadir Ketua PWI Provinsi Banten Rian Novandra, Wakil Sekretaris SMSI Pusat yang juga menjabat Ketua Komisi Pemberdayaan Perempuan PWI Pusat, Ketua Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ode, Wakil Ketua PWI Kota Tangerang Selatan Sugiarto bersama Sekjen Eddy Riyadi, Heny Muniarti, Jefrianansyah dari Jurnalis Tangerang Raya (JTR), Gugun selaku Ketua Forum Komunikasi Wartawan Tangerang (FKWT), serta perwakilan PWI kabupaten/kota, termasuk Sekretaris PWI Kabupaten Serang Angga Apria Siswanto.

Hadir pula Ko Anto, CEO Cafe Ingat Kamu, Hajah Encum Sumiyati adik dari Wali Kota Tangerang Tokoh Masyarakat serta Pimpinan Redaksi tangrayanews.com dan Jawapost.id Rohim dan Ismail Marjuki ,Pimpinan iJakaria Agustono atau Bang Zeck, pimpinan JJ Mustika Musik Entertainment. Kehadiran mereka mempertegas kuatnya jejaring lintas sektor yang selama ini terjalin antara Herni Wulung dengan dunia jurnalistik, seni, dan industri hiburan.

Kehadiran para pimpinan organisasi pers tersebut mencerminkan soliditas jejaring sosial dan profesional yang terbangun secara organik. Momentum ini sekaligus menegaskan pentingnya ruang-ruang informal sebagai medium dialog, refleksi, dan penguatan etika kolektif di antara insan pers, seniman, dan pelaku kebudayaan.

Sepanjang acara, suasana kekeluargaan terasa kental. Dialog ringan, pertukaran gagasan, hingga refleksi pengalaman jurnalistik dan kebudayaan mewarnai perayaan tersebut. Tidak ada kemewahan berlebihan; justru kesederhanaan menjadi kekuatan utama yang menghadirkan kedekatan emosional antartamu.

Prosesi doa bersama dilanjutkan dengan tiup lilin ulang tahun, diiringi ucapan selamat dan harapan dari para hadirin. Dalam kesempatan itu, Budi Schwarzkrone kembali menyampaikan harapan agar persahabatan dan karya-karya Herni Wulung terus memberi inspirasi, khususnya di bidang seni, kemanusiaan, dan ruang-ruang dialog sosial.
Suasana malam kian hangat dengan alunan musik See The Light (piano cover oleh Rryandi Kusuma) yang mengiringi perayaan, menambah nuansa intim, tenang, dan reflektif.

Perayaan ulang tahun ke-50 Herni Wulung dapat dibaca sebagai penanda fase kedewasaan hidup yang dirayakan dengan kesadaran penuh akan nilai kebersamaan, rasa syukur, serta penghargaan terhadap relasi kemanusiaan. Lebih dari sekadar peristiwa personal, acara ini menjelma sebagai ruang refleksi kolektif tentang perjalanan, kontribusi, dan harapan ke depan baik bagi Herni Wulung secara pribadi, maupun bagi komunitas pers dan seni yang turut membersamai.

Acara ditutup dengan ramah tamah dan sesi foto bersama, menegaskan satu pesan penting: usia bukan semata hitungan angka, melainkan perjalanan makna yang dirawat melalui persahabatan, karya, dan doa bersama.

 

Rohim

Berita Terkait

Top
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f