Mayora Region Batuceper Implementasikan Fogging sebagai Strategi Preventif Pengendalian DBD di Kebon Besar
TANGERANG, tangrayanews.com
Dalam upaya proaktif mengendalikan penyebaran virus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang berpotensi meningkat di tengah musim hujan, Mayora Region Batuceper kembali melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa penyemprotan fogging di lingkungan RW 004, Kelurahan Kebon Besar, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (24/5/2025) dan mendapatkan sambutan antusias dari warga setempat yang mengkhawatirkan dampak genangan air sebagai tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
Arif Susanto, selaku Dept Head IR&GA Mayora Region Batuceper, menegaskan bahwa kegiatan fogging merupakan bagian dari agenda rutin perusahaan dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Program ini kami lakukan secara berkala dua kali dalam setahun sebagai langkah preventif. Mengingat tingginya curah hujan yang berkontribusi terhadap peningkatan populasi nyamuk, penyemprotan ini diharapkan mampu menekan risiko penularan DBD,” ungkap Arif di halaman Masjid Nurul Hikmah RW 004.
Sementara itu, Ketua RW 004, Janih, mengungkapkan apresiasinya terhadap inisiatif Mayora, terutama mengingat adanya kasus DBD yang sempat menjangkit salah satu warga setempat.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Mayora terhadap lingkungan kami. Fogging ini sangat dibutuhkan, terlebih di musim hujan seperti sekarang,” tuturnya.
Ketua RT.006 RW.004, Nasarudin, turut memberikan pernyataan serupa. Ia mengungkapkan bahwa komitmen sosial Mayora tak hanya terbatas pada penyemprotan fogging, tetapi juga mencakup berbagai bentuk bantuan sosial lainnya.
“Alhamdulillah, kepedulian Mayora begitu nyata. Selain fogging, perusahaan juga rutin memberikan santunan dan program sosial lainnya untuk warga. Kami merasa mendapatkan perhatian yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, warga berharap langkah tersebut dapat berkontribusi secara signifikan dalam menekan risiko penyebaran DBD, khususnya di kawasan yang memiliki kepadatan penduduk tinggi. Dukungan serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan pun menjadi elemen penting dalam menciptakan wilayah yang sehat dan bebas dari ancaman penyakit yang ditularkan oleh vektor nyamuk.








