HUT ke-35 JNE: Konsolidasi Besar Refleksi Sejarah Teguhan Transformasi Ekosistem Logistik Nasional
JAKARTA, tangrayanews.com
Di tengah dinamika industri logistik yang terus berakselerasi, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) memasuki usia ke-35 tahun dengan sebuah perayaan akbar yang tidak hanya menonjolkan semangat syukur, tetapi juga menghadirkan refleksi mendalam atas perjalanan perusahaan yang sejak 1990 menjadi salah satu fondasi distribusi nasional. Rangkaian acara puncak yang digelar di GBK Basket Hall Senayan, Minggu (30/11/2025), memperlihatkan bagaimana JNE berupaya meneguhkan posisinya sebagai pemain strategis dalam ekosistem logistik Indonesia.
Perayaan ini menjadi kulminasi empat bulan rangkaian agenda perusahaan, yang tahun ini membawa peran 35 Tahun Bergerak Bersama, sebuah narasi besar yang merangkum nilai kebersamaan lintas generasi, kolaborasi antar-divisi, dan kontribusi terhadap masyarakat luas.
Sejak pagi, ribuan Satria dan Srikandi JNE dari berbagai daerah mengalir memasuki arena GBK Basket Hall Senayan. Lagu kebangsaan Indonesia Raya membuka acara, mengiringi suasana formal yang dibangun melalui tata cahaya, instalasi visual bernuansa merah korporasi, serta tatanan panggung yang dirancang monumental.
Dua pembawa acara, Ario Astungkoro dan Sara Zany, memandu jalannya kegiatan dengan gaya dinamis, mengombinasikan pendekatan informatif dan interaktif. Grup musik Dewa 19 tampil sebagai magnet utama, menghadirkan repertoar panggung yang membuat dinamika ruangan bergerak dari suasana formal menjadi lebih merayakan.
Perhelatan ini juga menjadi ajang apresiasi terbesar dalam sejarah ulang tahun perusahaan. Dua unit rumah diberikan sebagai hadiah utama kepada karyawan, disertai puluhan sepeda motor sebagai doorprize. JNE menyebutnya sebagai bentuk komitmen memperbaiki kualitas kesejahteraan sumber daya manusia secara bertahap dan sistematis.
Presiden Direktur JNE, Muhammad Feriadi Soeprapto, membuka sambutannya dengan cara yang tidak lazim. Ia mengawali pidato dengan lantunan Sholawat Badar, pantun, dan ajakan untuk memanjatkan doa bagi masyarakat Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang tengah terdampak bencana.
Dalam suasana yang hening namun emosional, Feriadi juga mengajak ribuan peserta yang hadir untuk mendoakan almarhum para pendiri perusahaan, termasuk ayahnya, H. Suprapto Suparno, serta mendoakan ibundanya, Hj. Nuraini Suprapto, yang berhalangan hadir karena kondisi kesehatan.
“Saya ingin kita semua yang hadir di ruangan ini berdoa untuk para pendiri dan keluarga besar JNE. Semoga yang wafat dilapangkan kuburnya, dan yang hidup diberi kesehatan dan kebahagiaan,” ucapnya.
Feriadi kemudian menggarisbawahi perjalanan JNE yang dimulai dari delapan orang dengan modal Rp 100 juta, hingga kini berkembang menjadi organisasi besar dengan lebih dari 50.000 karyawan dan 8.000 titik jaringan.
“JNE bisa tumbuh karena kerja keras Satria dan Srikandi. Loyalitas Anda semua adalah bahan bakar utama perusahaan ini,” tegasnya.
Pada sesi sambutan sebelumnya, Ketua Panitia HUT ke-35 JNE, Vikri Alha, menguraikan makna filosofis tema tahun ini. Ia menjelaskan lima dimensi strategis “bergerak bersama” yang menjadi fondasi arah kebijakan perusahaan:
1. Bergerak Bersama Lintas Generasi dan Status – Untuk pertama kalinya, seluruh insan JNE karyawan tetap, PKWT, outsourcing, hingga mitra dan agen—menerima merchandise perayaan tanpa pembedaan status. Kebijakan ini disebut sebagai simbol kesetaraan kontribusi dalam tubuh perusahaan.
2. Bergerak Bersama Lintas Divisi, Departemen, dan Cabang – JNE memberikan penghargaan Best Performance kepada cabang dan mitra terbaik, serta menampilkan jingle HUT karya Srikandi JNE—sebuah indikator penguatan ekosistem kolaboratif di internal organisasi.
3. Bergerak Bersama Stakeholder Ekosistem Logistik – Kolaborasi dengan akademisi, pemerintah, komunitas digital, hingga perusahaan teknologi seperti Shopee, BCA, AFR Asia Finance, dan Wintech Pratama dipertegas sebagai upaya meningkatkan daya saing logistik nasional.
4. Bergerak Bersama Pelanggan – Program-program baru dirancang untuk meningkatkan pengalaman layanan, memperluas basis pelanggan, dan mendukung sektor UMKM sebagai motor pertumbuhan ekonomi digital.
5. Bergerak Bersama Menjalankan Aksi Sosial – CSR JNE tahun ini mencakup santunan kepada 35 panti asuhan, kegiatan belanja untuk anak yatim, serta distribusi 3.500 mushaf Al-Qur’an dan Alkitab edisi khusus 35 tahun.
“Ulang tahun bagi JNE adalah momentum bersyukur dan bermuhasabah,” kata Vikri. Ia mengutip Surah Ibrahim ayat 7 dan Surah Hud ayat 3 sebagai landasan spiritual perusahaan.
Dalam pidatonya, Feriadi menekankan bahwa sumber daya manusia adalah aset strategis paling menentukan dalam industri logistik, di tengah persaingan intens dan perubahan cepat teknologi.
“Penghargaan bukan sekadar simbol. Ini bagian dari arsitektur besar untuk membangun kultur kerja yang produktif, manusiawi, dan sehat,” jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan JNE tidak hanya ditopang jaringan distribusi dan sistem informasi teknologi, tetapi oleh kekuatan batin organisasi: motivasi, rasa memiliki, dan loyalitas para karyawan.
JNE juga memberi penghargaan kepada Top 10 Digital Army, kelompok karyawan yang memainkan peran penting dalam menjaga reputasi digital perusahaan.
Pada konferensi pers 6 November 2025 di TVRI Senayan, JNE merilis dua program unggulan:
1. Harbokir (Hari Bebas Ongkir) – Program tahunan ini memberikan layanan pengiriman tanpa biaya untuk seluruh pelanggan di Indonesia, menjadi salah satu katalis peningkatan transaksi.
2. JNE Loyalty Card (JLC) Race 2025 – Kompetisi berbasis poin yang memberi kesempatan pelanggan meraih hadiah eksklusif. Program ini dirancang untuk memperkuat retensi pelanggan dalam jangka panjang.
“Pasar logistik kini sangat dipengaruhi pola konsumsi digital. Program berbasis benefit pelanggan menjadi kunci relevansi JNE dalam persaingan,” ungkap Feriadi.
JNE juga mempertegas identitas sosialnya melalui distribusi 3.500 Al-Qur’an dan Alkitab, Shopping Bareng Yatim, santunan nasional di 64 cabang, serta bantuan kemanusiaan dalam berbagai misi bencana. Nilai Berbagi, Memberi, dan Menyantuni yang diwariskan pendiri JNE disebut sebagai DNA moral perusahaan yang tidak pernah tergerus oleh perubahan zaman.
Pada kesempatan itu, Feriadi juga mengumumkan bahwa JNE akan mencatatkan rekor MURI untuk kategori pemberangkatan karyawan ke tanah suci terbanyak. Dalam tiga bulan terakhir, 1.171 karyawan telah diberangkatkan, dan jumlah tersebut akan melewati 1.600 orang pada akhir program.
“Ini investasi spiritual bagi karyawan. Ini adalah bentuk rasa terima kasih perusahaan atas pengabdian mereka,” pungkasnya.
Feriadi juga mengungkapkan pesan pribadi dari ibundanya, Hj. Nuraini Suprapto, yang meski tengah diuji kesehatannya, tetap menambah hadiah sepeda motor menjadi 40 unit sebagai bentuk dukungan moral kepada seluruh karyawan.
Menjelang akhir sambutannya, Feriadi menutup pidatonya dengan pernyataan reflektif, Keberlanjutan perusahaan tidak hanya dibangun melalui performa bisnis, tetapi melalui kualitas hubungan dengan publik, kesejahteraan karyawan, dan kontribusi sosial yang konsisten.
Ia menegaskan bahwa JNE menargetkan, digitalisasi menyeluruh proses operasional, penguatan jaringan distribusi nasional, ekspansi teknologi last-mile delivery,peningkatan kapasitas SDM berbasis kompetensi masa depan, dan penguatan kemitraan dengan UMKM.
Perayaan akbar di GBK Basket Hall Senayan menjadi simbol konsolidasi internal sekaligus deklarasi optimisme JNE dalam menghadapi peluang dan tantangan industri logistik Indonesia pada era disrupsi. Dengan komposisi 50.000 karyawan dan jaringan 8.000 titik layanan, JNE menyatakan dirinya siap memasuki fase pertumbuhan baru berbasis inovasi, digitalisasi, dan nilai kemanusiaan.
Rohim








