Halal Bihalal RT/RW se-Kelurahan Sudimara Pinang: Konsolidasi Sosial dan Penguatan Kamtibmas Pasca-Idulfitri 1447 H.
TANGERANG, tangrayanews.com
Momentum pasca-perayaan Idulfitri 1447 Hijriah dimanfaatkan Pemerintah Kelurahan Sudimara Pinang sebagai ruang strategis.

Untuk memperkuat kohesi sosial dan meningkatkan efektivitas pelayanan publik melalui kegiatan halal bihalal bersama unsur RT/RW se-kelurahan. Kegiatan ini digelar pada Minggu (29/3/2026) di Warung Pecak Betawi Mpok Minun, dengan melibatkan unsur pemerintah, tokoh masyarakat, serta pengurus lingkungan dari 6 RW dan 46 RT.
Hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Sudimara Pinang, Ifan Sugiarto, S.IP., M.Si., serta Camat Pinang, Syarifudin Harja Winata, S.Sos., M.M., yang secara langsung memberikan arahan strategis terkait penguatan tata kelola pemerintahan berbasis partisipasi masyarakat.
Dalam sambutannya, Lurah Sudimara Pinang, Ifan Sugiarto menekankan pentingnya menjaga kontinuitas nilai-nilai spiritual yang telah terbangun selama bulan Ramadan sebagai landasan etis dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
Ia menilai, keberhasilan ibadah puasa tidak semata bersifat ritual, melainkan harus terinternalisasi menjadi integritas moral dalam menjalankan fungsi sosial di tengah masyarakat.
“Nilai-nilai keimanan dan kebersamaan yang terbentuk selama Ramadan harus menjadi fondasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan RT/RW kepada masyarakat secara profesional, responsif, dan berintegritas,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) merupakan prasyarat fundamental dalam mendukung pembangunan wilayah yang berkelanjutan.
Oleh karena itu, sinergi antara aparatur kelurahan, pengurus lingkungan, dan masyarakat dinilai sebagai faktor determinan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
“Kita perlu memperkuat sistem keamanan berbasis partisipasi masyarakat (community-based security).
Sehingga wilayah Pinang mampu berkembang menjadi kawasan yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga memiliki daya saing sosial yang kuat,” tegasnya.
Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga dimaknai sebagai forum evaluasi kinerja serta penguatan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat akar rumput.
Camat Syarifudin dalam arahannya menekankan bahwa esensi Idulfitri harus dimaknai secara substantif sebagai momentum refleksi dan transformasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia juga mengingatkan masyarakat terkait optimalisasi pemanfaatan kebijakan pemerintah, khususnya program keringanan pajak yang masih berlaku hingga batas waktu tertentu.
“Kami mengimbau masyarakat untuk segera memanfaatkan program keringanan pajak sebelum tenggat waktu berakhir pada tanggal 1.
Setelah itu, fasilitas pengurangan tidak lagi diberikan, sehingga diperlukan kesadaran kolektif untuk memanfaatkan peluang ini secara optimal,” jelasnya.
Lebih jauh, Syarifudin menambahkan bahwa RT dan RW memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pemerintahan dalam mendiseminasikan kebijakan publik secara efektif dan akurat kepada masyarakat.
Ia juga mendorong penguatan kolaborasi lintas elemen sebagai upaya menjaga stabilitas sosial dan memperkuat ketahanan wilayah.
Kegiatan halal bihalal ini pada akhirnya tidak hanya berfungsi sebagai tradisi seremonial, tetapi juga menjadi instrumen konsolidasi sosial yang mempertemukan dimensi spiritual, administratif, dan kultural dalam satu ruang interaksi.
Hal ini dinilai krusial dalam membangun tata kelola pemerintahan yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.
Dengan mengedepankan semangat kebersamaan serta nilai-nilai religius yang mengakar, Kecamatan Pinang diharapkan mampu terus bertransformasi menjadi wilayah yang harmonis, tertib, dan resilien dalam menghadapi dinamika pembangunan ke depan.
(Rohim / adv)








