mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f

Family’s Group Gelar Buka Puasa dan Santunan Yatim di Sawangan Depok, H. Iwan: Tradisi Ramadan Terjaga 33 Tahun


DEPOK tangraynews.com
Tradisi sosial dan spiritual yang telah terjaga lebih dari tiga dekade kembali digelar oleh komunitas musik Family’s Group di Jalan Gandaria, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, Minggu (15/3/2026).

Kegiatan yang dikemas dalam rangkaian buka puasa bersama, santunan anak yatim dan piatu, ceramah keagamaan, salat berjamaah hingga hiburan komunitas tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat solidaritas sosial sekaligus mempererat relasi emosional antara musisi, keluarga besar komunitas, serta para penggemarnya.

Agenda tahunan yang telah berlangsung hampir 33 tahun itu diawali dengan pembagian santunan kepada puluhan anak yatim dan piatu dari lingkungan sekitar Sawangan. Setelah prosesi santunan, para peserta kegiatan melanjutkan dengan salat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah, yang digelar di lokasi yang sama, menghadirkan atmosfer religius yang sarat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

Pimpinan Family’s Group, H. Iwan, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni Ramadan, melainkan tradisi kolektif yang telah mengakar dalam perjalanan komunitas musik tersebut sejak puluhan tahun lalu.

“Ini sudah menjadi tradisi keluarga besar Family’s Group. Hampir 33 tahun kegiatan seperti ini kami selenggarakan setiap Ramadan. Selain berbuka puasa bersama, kami juga melaksanakan salat berjamaah hingga Tarawih sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mempererat silaturahmi,” ujar H. Iwan kepada wartawan.

Ia menilai bahwa keberadaan penggemar memiliki peran fundamental dalam perjalanan sebuah grup musik. Oleh karena itu, momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang untuk mempererat hubungan emosional yang selama ini terbangun antara komunitas musik dan para pendukungnya.

“Saya menyadari bahwa tanpa penggemar, seorang musisi atau grup tidak akan memiliki arti apa-apa. Karena itu kami mengundang mereka untuk berbuka bersama, makan bersama, dan merasakan kebersamaan seperti keluarga,” katanya.

Menurut H. Iwan, dalam situasi normal pertemuan antara anggota komunitas musik dan penggemarnya bisa berlangsung tiga hingga empat kali dalam sepekan melalui berbagai agenda hiburan. Namun selama Ramadan, aktivitas panggung relatif berkurang sehingga kegiatan buka puasa bersama menjadi momentum untuk melepas kerinduan sekaligus menjaga kohesi sosial di antara mereka.

“Biasanya dalam seminggu bisa tiga sampai empat kali bertemu karena ada kegiatan manggung. Tapi ketika Ramadan aktivitas hiburan berkurang, maka momen seperti ini menjadi ruang untuk berkumpul, saling menyapa, dan menjaga kehangatan hubungan,” ungkapnya.

Selain memimpin komunitas musik, H. Iwan juga diketahui menjabat sebagai Ketua Yayasan Nurul Huda, lembaga sosial yang aktif melakukan pembinaan dan pemberdayaan anak yatim. Ia menyebutkan bahwa pada momentum Ramadan tahun ini pihaknya telah menyalurkan santunan kepada ratusan anak yatim yang berada dalam binaan yayasan tersebut.

“Untuk santunan pada acara ini memang sekitar puluhan anak yatim. Namun sehari sebelumnya, melalui Yayasan Nurul Huda, kami juga telah memberikan santunan kepada ratusan anak yatim. Ini bagian dari komitmen sosial kami untuk terus berbagi,” tuturnya.

Ia berharap tradisi berbagi dan silaturahmi yang telah terjaga selama puluhan tahun tersebut dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai nilai sosial yang memperkuat kohesi masyarakat.

Dalam tausiah Ramadan, Ustadz Lukman menekankan pentingnya menjadikan bulan suci sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial serta mempererat ukhuwah di tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan santunan kepada anak yatim serta buka puasa bersama tidak hanya memiliki dimensi sosial, tetapi juga mengandung nilai spiritual yang mendalam dalam tradisi keagamaan.

“Berbagi dengan anak yatim dan menjaga silaturahmi merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ketika masyarakat berkumpul untuk berbuka bersama, salat berjamaah, dan saling mendoakan, di situlah keberkahan Ramadan hadir,” ucapnya.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut pada agenda hiburan komunitas yang disiarkan melalui live streaming, sebagai bentuk interaksi dengan para penggemar yang tidak dapat hadir langsung di lokasi.

Dalam momentum yang sama, penyanyi dangdut H. Rhosad Irama bersama jajaran biduan Family’s Group Tonight yang terdiri dari Aan S, Caca V, Erika S, Elsa S, Selly F, Tiara T, Yunita A, Firda D, dan Selvy A, turut memberikan pandangan mengenai dinamika perkembangan industri musik dangdut di Indonesia.

Rhosad Irama menilai bahwa kegiatan buka puasa bersama yang disertai santunan anak yatim ini memiliki nilai sosial yang penting bagi keberlangsungan komunitas seni sekaligus hubungan antara musisi dan penggemarnya.

“Ini kegiatan rutin yang selalu digelar Family’s setiap menjelang akhir Ramadan. Selain mempererat silaturahmi dengan para penggemar, kegiatan ini juga menjadi momentum berbagi kepada masyarakat melalui santunan anak yatim,” lugasnya.

Ia juga menyoroti meningkatnya tingkat persaingan dalam industri musik dangdut yang kini semakin dinamis. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut setiap grup dangdut untuk terus meningkatkan kualitas artistik, profesionalitas panggung, serta kemampuan musikal para personelnya.

“Sekarang persaingan di dunia dangdut jauh lebih banyak dibandingkan dulu. Karena itu satu-satunya cara agar tetap eksis adalah meningkatkan kualitas—rajin berlatih, tidak tertinggal lagu-lagu baru, serta didukung sistem tata suara yang baik,” katanya.

Selain aspek musikal, Rhosad juga menekankan pentingnya keterbukaan dan kedekatan dengan penggemar sebagai faktor penting dalam mempertahankan eksistensi sebuah grup musik.

“Kami selalu terbuka dengan para penggemar. Siapa pun yang ingin berinteraksi dengan kami, kami sambut dengan baik. Kedekatan dengan fans menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjaga keberlangsungan komunitas musik,” ujarnya.

Pada sesi hiburan malam yang berlangsung setelah salat Tarawih berjamaah, para musisi dan biduan Family’s Group menampilkan sejumlah pertunjukan musik dangdut yang disiarkan secara langsung melalui platform digital hingga menjelang tengah malam. Dalam kesempatan tersebut, Rhosad Irama mengungkapkan rencananya membawakan sejumlah lagu bernuansa motivasi dan perjuangan, di antaranya “Habis Gelap Terbitlah Terang”, yang dinilai memiliki pesan optimisme dan semangat kebangkitan.

Menurutnya, pesan-pesan moral yang terkandung dalam lagu tersebut sejalan dengan spirit Ramadan sebagai momentum refleksi, pembaruan diri, serta penguatan solidaritas sosial di tengah masyarakat. “Dangdut harus terus berkembang. Kuncinya sederhana: terus berlatih, mengikuti perkembangan lagu, meningkatkan kualitas panggung, dan tetap menjaga kedekatan dengan para penggemar,” pungkasnya.

 

Rohim

Berita Terkait

Top
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f