mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f

Evaluasi Kritis IMM dan GMNI Tangsel terhadap 100 Hari Kepemimpinan Benyamin-Pilar: Urgensi Reformasi Tata Kelola Pemerintahan


Tangerang Selatan, tangrayanews.com
Dalam rangka evaluasi 100 hari kepemimpinan Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan pada periode kedua pemerintahan mereka, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Tangerang Selatan menggelar forum konsolidasi yang bertujuan membangun sinergi dalam mengadvokasi isu-isu krusial di daerah tersebut. Diskusi ini menghasilkan sebuah resolusi berisi enam tuntutan utama yang menyoroti berbagai aspek tata kelola pemerintahan yang dinilai masih mengalami stagnasi, Sabtu 03/05/2025.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis seusai pertemuan, kedua organisasi mahasiswa tersebut menilai bahwa berbagai persoalan mendasar yang dihadapi Kota Tangerang Selatan belum mendapatkan solusi konkret, meskipun kepemimpinan saat ini dijabat oleh pasangan petahana. Hal ini dianggap sebagai indikasi lemahnya responsivitas pemerintahan dalam menghadapi tantangan birokrasi, penegakan hukum, dan tata kelola kota yang lebih baik. 

Sebagai hasil kajian strategis dan analisis komprehensif, IMM dan GMNI merumuskan enam tuntutan kritis yang harus segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan:        1.Reformasi Birokrasi Menyeluruh
   IMM dan GMNI mendesak adanya
   reformasi birokrasi secara fundamental
   untuk menciptakan pemerintahan yang
   bersih, profesional, transparan, serta
   akuntabel. Kinerja administrasi
   pemerintahan harus ditingkatkan               melalui sistem yang lebih efektif,                 efisien, dan berorientasi pada                       pelayanan publik. 

2.Evaluasi Pengangkatan Staf Khusus
   Kedua organisasi mahasiswa ini juga
   menyoroti kebijakan pengangkatan Staf
   Khusus Bidang Pengawasan dan                   Bantuan Hukum yang dinilai                         kontroversial. Mereka menuntut                 evaluasi menyeluruh terhadap
   proses pengangkatan tersebut,
   mengingat rekam jejak individu yang
   bersangkutan dianggap bermasalah dan
   berpotensi merusak semangat                       integritas pemerintahan. 

3.Penyelidikan Kasus Korupsi DLH 
   IMM dan GMNI mendesak aparat                 penegak hukum untuk melakukan               investigasi mendalam terhadap dugaan     mega korupsi di Dinas Lingkungan               Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan.         Mereka menekankan pentingnya                 transparansi dalam mengungkap aktor-     aktor yang terlibat dalam aliran dana         tersebut guna menegakkan supremasi       hukum dan memberantas praktik                 korupsi yang merugikan masyarakat. 

4.Audit Dinas-Dinas Bermasalah 
   Selain DLH, IMM dan GMNI mendorong
   pemerintah untuk melakukan audit
   terhadap dinas-dinas lain yang                     terindikasi memiliki permasalahan             sistemik. Langkah ini dinilai penting           guna memastikan efektivitas                         pengelolaan anggaran serta
   meminimalisir penyimpangan yang             dapat merugikan kepentingan publik. 

5.Konsistensi dalam Penegakan                       Peraturan Salah satu tuntutan utama         dalam konsolidasi ini adalah mendesak
   pemerintah untuk lebih tegas dan
   konsisten dalam menerapkan Peraturan
   Wali Kota (Perwal) yang telah                         ditetapkan. Regulasi yang sudah                   dirumuskan tidak boleh hanya menjadi     dokumen administratif tanpa                         implementasi nyata, melainkan harus       diaktualisasikan dalam
   kebijakan yang berdampak langsung
   terhadap masyarakat. 

6.Pembenahan Tata Kelola Kota 
   IMM dan GMNI menyoroti perlunya
   percepatan perbaikan tata ruang dan         tata kelola kota, terutama dalam                 mengatasi kemacetan, polusi udara,           dan dampak negatif lainnya akibat             lemahnya perencanaan wilayah.                   Penyelesaian masalah-masalah ini               dinilai mendesak guna meningkatkan         kualitas hidup warga Tangerang                   Selatan secara keseluruhan. 

IMM dan GMNI menegaskan bahwa jika Pemerintah Kota Tangerang Selatan tidak segera mengambil langkah konkret dalam merespons tuntutan ini, mereka siap menggelar aksi demonstrasi besar-besaran sebagai bentuk tekanan publik. Kedua organisasi ini menekankan bahwa perjuangan mereka berlandaskan pada komitmen terhadap prinsip keadilan, transparansi, dan keberpihakan kepada rakyat. 

Dengan konsolidasi ini, IMM dan GMNI berharap dapat mendorong pemerintahan yang lebih proaktif, demokratis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat secara luas. 

Sumber: Sarwanto Latief (Acong)

Red

Berita Terkait

Top
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f