Donor Darah Massal UBD Tembus 600 Pendonor Target Rekor MURI Kian Dekat
TANGERANG ,tangrayanews.com Kegiatan donor darah massal yang digelar di Gedung Vipassi, Universitas Buddhi Dharma (UBD), Kota Tangerang, terus mencatatkan partisipasi publik yang signifikan. Program kemanusiaan hasil kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan tren peningkatan jumlah pendonor secara konsisten sejak hari pertama pelaksanaan, sekaligus memperkuat optimisme panitia untuk menembus target 1.250 pendonor dalam rangka pencatatan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi antara Universitas Buddhi Dharma, Palang Merah Indonesia (PMI), Perkumpulan Boen Tek Bio (BTB), Kecamatan Karawaci, serta Kelurahan Karawaci. Kolaborasi ini menjadi contoh konkret integrasi peran institusi pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah wilayah dalam mendorong gerakan sosial berbasis kemanusiaan.
Berdasarkan data panitia, jumlah pendonor mengalami peningkatan signifikan dalam dua hari pelaksanaan awal. Pada hari pertama, tercatat sebanyak 241 orang mendonorkan darahnya. Angka tersebut melonjak pada hari berikutnya dengan 368 pendonor, sehingga total sementara mencapai 609 pendonor. Kegiatan ini masih akan berlanjut pada hari-hari berikutnya di bulan Desember dan dijadwalkan kembali pada Januari 2026 guna memenuhi target yang telah ditetapkan.
Ketua Panitia Pelaksana, Sudady Lawita, SE., M.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas tingginya antusiasme masyarakat serta dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Kami mengucapka terima kasih kepada seluruh elemen yang telah bersinergi, khususnya Kecamatan Karawaci dan Kelurahan Karawaci, atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa, dan kami optimistis target 1.250 pendonor dapat tercapai sesuai rencana,” ujar Sudady Lawita.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan donor darah berskala besar ini tidak terlepas dari perencanaan matang, koordinasi lintas sektor, serta kepercayaan publik terhadap penyelenggara.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi, PMI, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah wilayah menjadi faktor kunci dalam memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Dukungan Penuh Perkumpulan Boen Tek Bio
Kegiatan donor darah massal ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Perkumpulan Boen Tek Bio (B
TB). Ketua Perkumpulan Boen Tek Bio, Romo Ruby Santamoko, menilai kegiatan tersebut sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan universal serta semangat kebersamaan yang selama ini dijunjung oleh BTB.
“Donor darah bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga representasi nilai empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama. Kami mendukung penuh kegiatan ini sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Romo Ruby Santamoko.
Dalam kesempatan tersebut, BTB juga menyampaikan pesan kebangsaan dan kemanusiaan kepada masyarakat luas menjelang akhir tahun.
“Perkumpulan Boen Tek Bio mengucapkan Selamat Hari Natal dan Selamat menyambut Tahun Baru. Semoga momen ini membawa kedamaian, kesehatan, serta memperkuat semangat berbagi dan persaudaraan di tengah masyarakat,” katanya.
Ajakan Partisipasi Publik
Ketua Umum Perkumpulan Boen Tek Bio (BTB) turut mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan agenda donor darah tersebut. “Donor darah merupakan wujud nyata kepedulian sosial yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Kami mengajak masyarakat untuk hadir dan berkontribusi, agar target 1.250 pendonor dapat tercapai dan memberi dampak berkelanjutan,” tegasnya.
Panitia memastikan kegiatan donor darah akan terus dilaksanakan sesuai jadwal, baik pada sisa pelaksanaan di bulan Desember maupun dilanjutkan kembali pada Januari 2026. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk mendukung pemenuhan stok darah PMI sekaligus mengukuhkan kegiatan tersebut sebagai gerakan kemanusiaan berkelanjutan, bukan sekadar agenda seremonial.
Dengan dukungan kolaborasi lintas sektor yang kuat, Universitas Buddhi Dharma menempatkan kegiatan donor darah ini bukan hanya sebagai upaya pencatatan rekor nasional, tetapi juga sebagai sarana memperkuat nilai gotong royong, memperkokoh solidaritas sosial, serta menumbuhkan kesadaran publik akan peran individu dalam mendukung kepentingan kemanusiaan.
Rhm








