mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f

Donor Darah BTB–Universitas Buddhi Dharma Menuju Rekor MURI 689 Pendonor Tercatat dalam Tiga Hari


{“remix_data”:[],”remix_entry_point”:”challenges”,”source_tags”:[“local”],”origin”:”unknown”,”total_draw_time”:0,”total_draw_actions”:0,”layers_used”:0,”brushes_used”:0,”photos_added”:0,”total_editor_actions”:{},”tools_used”:{},”is_sticker”:false,”edited_since_last_sticker_save”:false,”containsFTESticker”:false}

TANGERANG ,tangrayanews.com                        Aksi kemanusiaan donor darah yang digagas Perkumpulan Boen Tek Bio (BTB) bekerja sama dengan Universitas Buddhi Dharma (UBD) tidak hanya menjadi agenda sosial rutin, tetapi berkembang menjadi gerakan partisipatif berskala besar yang merefleksikan kesadaran kolektif masyarakat terhadap urgensi pemenuhan kebutuhan darah nasional. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Donor Darah 2026 BTB Menuju Rekor MURI, dengan target ambisius 1.250 pendonor.

Pelaksanaan tahap awal berlangsung selama tiga hari, pada 19, 20, dan 21 Desember 2025, dan dijadwalkan kembali berlanjut pada 9, 10, dan 11 Januari 2026. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Gedung Vipassi, Universitas Buddhi Dharma, Karawaci, Kota Tangerang, yang sejak hari pertama dipadati masyarakat dari berbagai latar belakang.

Data panitia menunjukkan tingginya tingkat partisipasi publik sejak awal pelaksanaan. Pada hari pertama, tercatat 241 pendonor berhasil mendonorkan darahnya. Jumlah tersebut meningkat signifikan pada hari kedua, mencapai 368 pendonor. Hingga penutupan hari ketiga, akumulasi pendonor tercatat sebanyak 689 orang, atau lebih dari separuh target keseluruhan.

Capaian tersebut dinilai mencerminkan dua hal utama: meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah, serta efektivitas pendekatan kolaboratif yang dilakukan panitia dalam menggerakkan partisipasi publik. Panitia optimistis, dengan lanjutan pelaksanaan pada Januari 2026, target 1.250 pendonor dapat tercapai sekaligus membuka peluang pencatatan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Ketua Panitia Pelaksana, Sudady Lawita, S.E., M.Pd., menjelaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan hasil sinergi lintas sektor yang terencana dan berkelanjutan. Menurutnya, koordinasi intensif antara panitia pelaksana, Palang Merah Indonesia (PMI), sivitas akademika Universitas Buddhi Dharma, serta dukungan pemerintah wilayah setempat menjadi elemen krusial dalam menjaga kelancaran teknis dan aspek keselamatan pendonor.

“Donor darah dalam skala besar memerlukan manajemen yang matang, mulai dari skrining kesehatan, alur pelayanan, hingga edukasi kepada pendonor. Sinergi antara lembaga sosial, institusi pendidikan, dan otoritas wilayah memungkinkan kegiatan ini berjalan tertib dan berkesinambungan,” terang Sudady.

Ia menambahkan, keterlibatan kampus sebagai pusat kegiatan juga memiliki nilai strategis, karena institusi pendidikan berperan sebagai ruang publik yang efektif dalam membangun literasi kemanusiaan, khususnya di kalangan generasi muda.

Dari sisi substansi, Ketua Umum Perkumpulan Boen Tek Bio, Romo Ruby Santamoko, S.Ag., M.MPd., M.M., menekankan bahwa orientasi utama program ini tidak semata-mata diarahkan pada pencapaian rekor. Ia menyebut donor darah sebagai bentuk solidaritas sosial paling konkret yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

“Donor darah adalah tindakan sederhana, tetapi memiliki nilai kemanusiaan yang sangat tinggi. Setetes darah yang kita berikan hari ini dapat menjadi penentu hidup bagi orang lain di kemudian hari. Di sinilah esensi gotong royong dan kepedulian sosial diwujudkan secara nyata,” kata Romo Ruby.Minggu 21/12/25.

Menurutnya, keberhasilan kegiatan ini juga menjadi refleksi bahwa solidaritas sosial masih tumbuh subur di tengah masyarakat, bahkan di tengah dinamika sosial dan tantangan kehidupan perkotaan. Ia berharap gerakan donor darah dapat terus menjadi bagian dari budaya masyarakat, bukan sekadar kegiatan insidental.

Sebagai bentuk apresiasi dan upaya memperluas partisipasi, panitia menyediakan hadiah langsung bagi setiap pendonor, antara lain Eau de Parfum impor Hubert de Montandon (France), serta beragam doorprize seperti sepeda listrik, kipas angin, blender, regulator gas, floor fan, setrika, dan hadiah menarik lainnya. Meski demikian, panitia menegaskan bahwa skema apresiasi tersebut tidak dimaksudkan menggeser nilai utama donor darah sebagai aksi kemanusiaan, melainkan sebagai bentuk penghargaan atas kepedulian masyarakat.

Kegiatan ini mengusung slogan Setetes Darahmu, Berarti Seumur Hidup, sebuah pesan moral yang menekankan bahwa donor darah bukan hanya tindakan medis, melainkan kontribusi langsung terhadap keberlangsungan hidup sesama. Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap upaya menjaga ketersediaan stok darah PMI, yang kerap menghadapi fluktuasi pasokan, terutama pada periode libur panjang dan awal tahun.

Panitia mengajak masyarakat untuk kembali berpartisipasi pada lanjutan kegiatan 9–11 Januari 2026, sebagai bagian dari gerakan kolektif memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kesadaran kesehatan publik, serta meneguhkan peran aktif warga dalam agenda kemanusiaan.

Dengan skala partisipasi yang terus meningkat dan dukungan lintas sektor yang solid, program Donor Darah 2026 BTB Menuju Rekor MURI diproyeksikan tidak hanya mencatatkan prestasi nasional, tetapi juga meninggalkan jejak sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat Kota Tangerang dan sekitarnya.

 

Rohim

Berita Terkait

Top
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f