mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f

DBL Jakarta 2025: Konsistensi, Rivalitas, dan Transformasi Panggung Olahraga Pelajar di Indonesia Arena


JAKARTA, tangrayanews.com
DBL Indonesia kembali menegaskan konsistensinya dalam memberi ruang ekspresi bagi generasi muda melalui penyelenggaraan Final Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Jakarta. Gelaran yang berlangsung di Indonesia Arena, Jumat (21/11/2025), menjadi bukti bagaimana kompetisi basket pelajar tersebut terus berkembang menjadi salah satu ajang olahraga pelajar paling bergengsi di Tanah Air.

CEO DBL Indonesia, Azrul Ananda, menyatakan bahwa keberlanjutan DBL selama lebih dari dua dekade bukanlah semata hasil kerja panitia, melainkan buah konsistensi dan dedikasi seluruh peserta.

“DBL tidak mungkin bertahan 13 tahun di Jakarta dan 21 tahun secara nasional tanpa komitmen peserta. Sepanjang apa pun persiapan panitia, yang membuat pertandingan hidup adalah anak-anak yang tampil di lapangan. Mereka yang menciptakan emosi, drama, dan inspirasi,” ujar Azrul.

Ia menambahkan, DBL Indonesia berupaya menjaga kualitas penyelenggaraan sebagai bentuk penghargaan terhadap mimpi para pelajar untuk tampil di panggung besar. “Kesempatan mereka bermain hanya satu sampai tiga tahun. Karena itu panggungnya harus kami siapkan sebaik mungkin,” katanya.

Azrul juga menyinggung perkembangan signifikan DBL Jakarta yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami lonjakan penonton. “Dari 2024 ke 2025 pertumbuhannya mencapai 61 persen. Bahkan Instagram followers DBL Jakarta tahun ini menyalip Surabaya, kota asal DBL,” tuturnya.

Wakil Direktur DBL Indonesia, Donny Rahardian, menyebut bahwa Final DBL Jakarta 2025 hadir dengan konsep berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Mengusung format full sport and entertainment, penyelenggara menambahkan zona konser bertajuk “Sekalian Konser”.

Empat musisi tampil meramaikan gelaran: The Lantis, The Jansen, dan Hivi! di zona konser, serta RAN yang mengisi jeda antara final putri dan putra di dalam arena.

“Harapan kami, konsistensi DBL dapat menginspirasi event olahraga lain untuk memaksimalkan Indonesia Arena. Stadion ini harus hidup, dan DBL ingin menjadi bagian dari itu,” ujar Donny.

DBL Indonesia tercatat sebagai penyelenggara yang paling rutin menggunakan Indonesia Arena setelah Piala Dunia Basket 2023. Pada 2024, DBL Jakarta membukukan rekor 14.517 penonton, melampaui catatan pertandingan FIBA Kanada vs Spanyol.

Musim ini, penyelenggaraan DBL Jakarta meluas menjadi lima region: Jakarta Utara, Barat, Pusat, Timur, dan Selatan.

Pesatnya pertumbuhan jumlah peserta selaras dengan meningkatnya intensitas persaingan. Hampir seluruh region menyajikan laga ketat. Juara bertahan putra, SMA Bukit Sion, bahkan hampir tersingkir saat melawan SMA Pangudi Luhur.

Pada akhirnya, Bukit Sion kembali melaju ke laga puncak dan menghadapi rival lamanya, SMA Jubilee—pertemuan ke-4 beruntun di final putra DBL Jakarta. Di sektor putri, SMAN 70 Jakarta sekali lagi bertemu tim kuat SMA Jubilee.

Dalam pre-match conference, empat kapten tim finalis dipertemukan di hadapan media, memberi mereka pengalaman berbicara di ruang publik layaknya atlet profesional.

Kapten SMAN 70, Asyhila Ramadhani Putri, mengatakan timnya kini lebih matang dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, kapten SMA Jubilee, Tasya Kusuma Dewi, menegaskan bahwa meski mereka tampil dominan sepanjang musim, final tetap membutuhkan standar permainan lebih tinggi.

“Kami berteman di luar lapangan, tetapi di lapangan kami harus bersaing demi sekolah,” kata Tasya.

Di tim putra, psywar juga tersaji. Kapten SMA Jubilee, Keandra Raffyazka Pasla, menilai timnya solid dengan dukungan freshmen berbakat. Sedangkan kapten Bukit Sion, Riovaldo Renjiro Leonardy, menegaskan bahwa tekanan sebagai juara bertahan justru menjadi motivasi tambahan.

“Kami tidak mengandalkan size atau kemampuan individual. Kami main sebagai tim. Kekalahan dari PL kemarin adalah pengingat agar tidak terlalu percaya diri,” ujarnya.

Fakta Menarik: Dominasi, Rivalitas, dan Rekor Berulang

* SMAN 70 Jakarta menjadi sekolah pertama yang mencatat empat gelar beruntun di sektor putri DBL Jakarta. Final tahun ini adalah pertemuan keempat melawan SMA Jubilee.

* Pada 2024, SMA Jubilee hampir menang, skor hanya terpaut 38–37.

* Final putra mempertemukan Bukit Sion dan Jubilee untuk kali keempat secara berturut-turut. Rekor pertemuan 2–1 untuk Jubilee.

Meski demikian, Bukit Sion tetap menjadi tim tersukses sepanjang DBL Jakarta digelar sejak 2012, dengan enam gelar: 2014, 2015, 2018, 2019, 2021, dan 2024.

Dengan dinamika kompetisi yang kian matang serta konsep penyelenggaraan yang semakin progresif, DBL Jakarta 2025 tidak hanya menjadi ajang pertandingan basket, tetapi juga ruang pembentukan karakter, kreativitas, dan pengalaman berharga bagi generasi muda Indonesia.

 

Rohim

Berita Terkait

Top
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f