mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f

Apresiasi Komunitas Tionghoa Atas Pergantian Kapolres Metro Tangerang Kota: Simbol Kolaborasi, Toleransi, dan Kepemimpinan Humanis


TANGERANG, tangrayanews.com 
Pergantian pucuk kepemimpinan di lingkungan Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk dari tokoh budaya dan agama Tionghoa, Ruby Santamoko, S.Ag., M.MPd., yang juga merupakan Ketua Perkumpulan Kelenteng Boen Tek Bio—salah satu pusat sejarah dan spiritual tertua di Kota Tangerang.

Rotasi jabatan dari Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho, S.H., S.I.K., M.Si. yang kini diamanahkan sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri, kepada Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si. sebagai Kapolres Metro Tangerang Kota yang baru, dinilai sebagai bentuk regenerasi kepemimpinan yang progresif serta strategis dalam memperkuat stabilitas keamanan dan pelayanan publik.

Dalam pernyataannya di sela-sela kegiatan lintas agama di kompleks Kelenteng Boen Tek Bio, Ruby Santamoko menyampaikan apresiasi mendalam terhadap dua figur kepolisian tersebut, yang menurutnya merupakan contoh pemimpin dengan integritas dan orientasi pelayanan yang tinggi.

“Kami mengucapkan selamat kepada Bapak Kombes Pol. Dr. Raden M. Jauhari atas kepercayaan yang diberikan negara. Sosok beliau dikenal tegas dalam penegakan hukum, namun tetap humanis dalam pendekatan sosial. Ini adalah kualitas kepemimpinan yang sangat dibutuhkan dalam menjaga harmoni multikultural di Kota Tangerang,” tutur Ruby.

Ia juga memberikan penghormatan dan terima kasih yang tulus atas dedikasi Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho selama menjabat sebagai Kapolres Metro Tangerang Kota. Berbagai program kolaboratif, mulai dari pengamanan kegiatan keagamaan, edukasi masyarakat, hingga peningkatan ketertiban umum, disebutnya sebagai bentuk nyata kepolisian yang dekat dan hadir di tengah masyarakat.

“Kepemimpinan beliau sangat membekas. Selama masa jabatan, kami merasakan kehadiran Polri sebagai mitra strategis komunitas. Kami doakan beliau sukses dalam amanah barunya di Mabes Polri,” tambahnya.

Kelenteng Boen Tek Bio, yang diperkirakan berdiri sejak 1684, bukan hanya berfungsi sebagai rumah ibadah bagi umat Konghucu dan masyarakat Tionghoa, tetapi juga telah berkembang menjadi ruang kultural dan simbol toleransi antarumat beragama di Kota Tangerang. Di sinilah kegiatan sosial lintas iman sering digagas, menghadirkan tokoh dari berbagai agama dan latar belakang.

Sebagai pimpinan perkumpulan, Ruby aktif menjembatani kerja sama antara komunitas Tionghoa dengan institusi pemerintahan, termasuk kepolisian. Menurutnya, pembangunan keamanan kota tidak bisa hanya mengandalkan aparat, tetapi membutuhkan dukungan kolektif masyarakat sipil.

“Kami percaya menjaga keharmonisan adalah bagian dari ibadah itu sendiri. Karena itu, kami terbuka untuk bersinergi dengan kepolisian dalam menghadirkan ruang publik yang aman, inklusif, dan bebas dari paham-paham intoleransi,” jelasnya.

Ruby juga menekankan pentingnya momentum pergantian Kapolres sebagai saat yang tepat untuk memperkuat komunikasi antara institusi keamanan dengan komunitas warga.

“Kami melihat bahwa keberhasilan menjaga keamanan Kota Tangerang selama ini tak lepas dari kepemimpinan yang terbuka, yang tidak berjarak dengan rakyat, dan menindak tegas pelanggaran hukum tanpa kompromi. Semoga kepemimpinan yang baru dapat mempertahankan dan bahkan meningkatkan kualitas tersebut,” tegas Ruby.

Ia menambahkan bahwa Polres Metro Tangerang Kota selama ini telah menunjukkan praktik kepolisian modern yang tidak hanya bertumpu pada penindakan, tetapi juga pada pendekatan edukatif dan preventif.

“Kami berharap Polri tetap menjadi mitra rakyat dalam membangun peradaban yang damai, dan Kelenteng Boen Tek Bio siap mendukung penuh program-program Polres, khususnya dalam bidang sosial, budaya, serta pembinaan generasi muda,” tutup Ruby.

Pergantian pimpinan di lingkungan Polres Metro Tangerang Kota ini bukan sekadar formalitas administratif, tetapi menjadi refleksi penting atas peran komunitas dalam menjaga stabilitas dan keberagaman. Dalam konteks masyarakat majemuk seperti Tangerang, sinergi antara kepolisian dan komunitas lintas budaya merupakan pilar utama dalam merawat kebhinekaan serta memperkuat ketahanan sosial.

Rohim

Berita Terkait

Top
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f