Konsolidasi Struktural di Kembangan: GRIB Jaya Perkuat Tata Kelola Organisasi hingga Tingkat Ranting
JAKARTA, tangrayanews.com
Konsolidasi organisasi menjadi kata kunci dalam penyerahan Surat Keputusan (SK) dan mandat kepengurusan Pembantu Anak Cabang (PAC) Kembangan serta Dewan Pimpinan Ranting Tingkat (DPRT) se-Kecamatan Kembangan, Senin (16/2/2026). Momentum ini menandai penguatan struktur dan legitimasi formal GRIB Jaya di tingkat wilayah, sekaligus penegasan arah kerja kolektif berbasis sinergi dan pelayanan publik.
Penyerahan SK kepada Ketua PAC Kembangan, Kiki H. Marwan, dilakukan langsung oleh Ketua DPC GRIB Jaya Jakarta Barat, M. Nurkholis. Prosesi tersebut tidak semata seremoni administratif, melainkan artikulasi konsolidasi struktural organisasi dari tingkat cabang hingga ranting yang bertujuan memperkuat daya jangkau program dan respons terhadap aspirasi warga.
Dalam struktur KepengurusanPAC Kembangan, Kiki H. Marwan (Ketua) didampingi Teguh Wicaksono (Wakil Ketua), Hidayat (Sekretaris), Irfan Maulana (Bendahara), Rukhiyat (Wakil Bendahara), serta jajaran bidang dan satuan tugas yang meliputi OKK, Srikandi, Humas, dan Satgas. Pembina Azis Suhendra serta Penasehat Abah Nana disebut menjadi elemen penyangga moral dan strategis organisasi.
Sementara itu, enam DPRT kelurahan di Kecamatan Kembangan Meruya Utara, Meruya Selatan, Kembangan Selatan, Kembangan Utara, Joglo, dan Srengseng resmi menerima mandat sebagai perpanjangan tangan organisasi di tingkat akar rumput. Dengan demikian, struktur organisasi kini tersusun secara berjenjang dan formal, memungkinkan koordinasi program berlangsung lebih sistematis.
Secara administratif, sekretariat PAC berlokasi di Kelurahan Meruya Utara. Keberadaan sekretariat tersebut diproyeksikan sebagai pusat koordinasi, advokasi, dan pelayanan organisasi bagi masyarakat. Dalam pernyataannya kepada media, Kiki H. Marwan menegaskan bahwa penerimaan SK bukan sekadar pengukuhan jabatan, melainkan amanah sosial yang mengandung dimensi tanggung jawab publik.
Ia menekankan bahwa kepengurusan baru akan memfokuskan kerja pada tiga ranah utama: peningkatan kualitas layanan anggota, penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah, serta pengembangan program berbasis kebutuhan masyarakat mulai dari pendidikan, pemberdayaan ekonomi rakyat, hingga pelestarian lingkungan.
“Mandat ini adalah komitmen moral untuk menghadirkan organisasi yang adaptif, responsif, dan berorientasi solusi,” ujarnya.
Pendekatan tersebut mencerminkan upaya reposisi organisasi kemasyarakatan dari sekadar entitas simbolik menjadi aktor sosial yang berfungsi sebagai mediator aspirasi warga. Dalam konteks urban seperti Kembangan yang ditandai heterogenitas sosial dan dinamika pembangunan kehadiran struktur organisasi yang terkonsolidasi dinilai krusial untuk menjaga kohesi sosial.
Ketua DPC GRIB Jaya Jakarta Barat, M. Nurkholis, bersama jajaran pengurus DPC di antaranya Wakil Ketua M. Arfi KiliKily, Sekretaris Anggian Anggara, Ketua OKK Khoirul Koto, serta Dansatgas Jonri turut menghadiri agenda tersebut sebagai bentuk dukungan struktural.
Kehadiran jajaran DPC mempertegas pola koordinasi vertikal antara tingkat cabang dan anak cabang. Di saat bersamaan, penyerahan mandat kepada DPRT di enam kelurahan menandai penguatan koordinasi horizontal lintas wilayah.
Model ini memperlihatkan bagaimana organisasi membangun sistem tata kelola berbasis hierarki fungsional yang saling terhubung dari DPC, PAC, hingga DPRT guna memastikan kesinambungan program dan konsistensi arah kebijakan.
Dalam lanskap masyarakat perkotaan, organisasi kemasyarakatan memainkan peran ambivalen: sebagai representasi solidaritas sosial sekaligus kanal artikulasi kepentingan warga. Konsolidasi yang dilakukan PAC Kembangan menempatkan organisasi sebagai simpul komunikasi antara masyarakat dan pemangku kebijakan.
Lebih jauh, Kiki menekankan pentingnya membangun kultur kolaboratif antara organisasi dan masyarakat. Dalam perspektifnya, transformasi sosial di wilayah urban seperti Kecamatan Kembangan hanya dapat dicapai melalui orkestrasi kerja kolektif yang melibatkan berbagai elemen tokoh masyarakat, pemuda, pelaku usaha, hingga aparatur pemerintahan.
“Kita harus menjadikan Kembangan sebagai laboratorium kolaborasi sosial. Organisasi tidak boleh berjalan sendiri, dan masyarakat tidak boleh dibiarkan tanpa wadah partisipasi. Ketika keduanya terhubung dalam kerja sama yang erat dan terstruktur, di situlah perubahan berkelanjutan dapat diwujudkan,” tuturnya.
Kiki mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergandeng tangan membangun fondasi sosial yang kokoh, dengan menempatkan solidaritas dan profesionalisme sebagai pilar utama.
“Perubahan tidak lahir dari kerja individual, melainkan dari komitmen bersama. Dengan sinergi yang kuat, kita bisa mewujudkan harapan kolektif menuju Kembangan yang lebih sejahtera dan berdaya saing,” kata Kiki menutup pernyataannya.
Dengan struktur yang kini terlegitimasi, PAC GRIB Jaya Kembangan dihadapkan pada tantangan implementasi: menerjemahkan mandat formal ke dalam program konkret yang terukur dan berdampak langsung bagi warga.
Penyerahan SK tersebut, pada akhirnya, bukan hanya penegasan administratif, tetapi juga titik awal konsolidasi sosial sebuah upaya merawat kohesi, memperkuat partisipasi, dan menginstitusionalisasikan aspirasi masyarakat dalam kerangka organisasi yang tertata.
Rhm/Wawan 1001








