Pasar Lembang Baru Ciledug Diresmikan, Solusi Legal dan Modern bagi Penguatan Ekonomi UMKM
TANGERANG, tangrayanews.com
Peresmian Pasar Lembang Baru di Kecamatan Ciledug bukan sekadar seremoni pembukaan ruang perdagangan. Ia menandai sebuah proses transformasi tata kelola pasar rakyat dari praktik ekonomi informal yang rentan konflik dan tanpa kepastian hukum, menuju sistem perdagangan yang tertib, legal, dan berorientasi pada keberlanjutan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Soft launching Pasar Lembang Baru menjadi simbol perubahan paradigma penataan ekonomi rakyat di Kota Tangerang. Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan doa bersama yang dipimpin Al Ustadz Khoirul Sofian, sebagai refleksi bahwa pembangunan ekonomi tidak semata berbasis fisik dan regulasi, tetapi juga nilai kebersamaan dan keberkahan sosial.
Prosesi pemotongan pita dilakukan oleh Camat Ciledug, H. Ayi Nuryadin, S.Kom., M.M., yang sekaligus menegaskan dimulainya fase baru pengelolaan pasar rakyat yang lebih terintegrasi dengan kebijakan tata kota dan penguatan ekonomi lokal.
Dalam sambutannya, Camat Ciledug menilai kehadiran Pasar Lembang Baru sebagai langkah korektif atas persoalan struktural pasar tradisional yang selama ini dihadapkan pada ketidakjelasan izin, persoalan kebersihan, serta lemahnya perlindungan terhadap pedagang kecil. Menurutnya, pasar yang tertata bukan hanya menciptakan kenyamanan, tetapi juga menjadi instrumen stabilitas sosial dan ekonomi di tingkat komunitas.
Lurah Sudimara Barat, H. Suhanda, S.IP., M.Si., memaparkan bahwa Pasar Lembang Baru lahir dari kebutuhan mendesak akan penataan ruang publik yang selama bertahun-tahun digunakan sebagai area perdagangan tanpa dukungan infrastruktur dan kepastian hukum. Ia menekankan bahwa pendekatan yang ditempuh bukanlah penggusuran, melainkan relokasi humanis yang memberi ruang hidup lebih layak bagi pedagang.

Sebagai simbol rasa syukur atas dimulainya operasional pasar, dilakukan pemotongan tumpeng oleh Direktur PT Bumi Jawa Rentspace selaku pengelola. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan beragam kegiatan partisipatif, mulai dari lomba karaoke, senam aerobik, kompetisi game online Mobile Legends, santunan anak yatim, bazar UMKM, hiburan senam budaya, diskusi publik, sosialisasi inline shop Trio Lato, hingga penampilan BBC Music. Aktivitas tersebut menegaskan peran pasar sebagai ruang sosial, bukan semata pusat transaksi ekonomi.
Direktur Utama PT Bumi Jawa Rentspace, Dr. Brian Yunendar, S.T., S.H., M.H., M.Kn., menegaskan bahwa Pasar Lembang Baru dirancang sebagai pasar rakyat modern yang menjunjung tinggi kepastian hukum dan kelayakan usaha.
“Pasar ini kami bangun sebagai jawaban atas persoalan lama pasar rakyat mulai dari legalitas hingga kenyamanan. Di sini, pedagang memiliki payung hukum yang jelas, lingkungan berdagang yang bersih, serta sistem pengelolaan profesional yang memberi kepastian usaha,” kata Brian.
Ia menambahkan, Pasar Lembang Baru diposisikan sebagai pusat penguatan UMKM yang akan dikembangkan melalui kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah daerah. Dengan pengelolaan yang terintegrasi, pasar ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif.
Lebih jauh, Brian menegaskan bahwa keberadaan pasar ini diharapkan dapat mengakhiri praktik perdagangan di area lama yang selama ini menimbulkan persoalan ketertiban dan tata kota. Seluruh aktivitas perdagangan akan diarahkan ke Pasar Lembang Baru sebagai ruang niaga yang tertib, aman, dan mendukung keberlangsungan ekonomi pedagang kecil.
Pandangan senada disampaikan Bagas Pangestu Pribadi, S.H., M.A.K., yang menilai Pasar Lembang Baru sebagai fondasi strategis dalam membangun kekuatan ekonomi dari bawah. Menurutnya, penguatan ekonomi rakyat adalah prasyarat mutlak bagi ketahanan ekonomi daerah di tengah ketidakpastian ekonomi nasional.
Acara soft launching turut dihadiri jajaran direksi PT Bumi Jawa Rentspace, Camat Ciledug, Direktur Utama PD Pasar Kota Tangerang, Ketua Umum BPASI 1, Keua FWJI Kota Tangerang,Ketua Media Independent Online, Ketua DPD ABSI Kota Tangerang, Ketua MUI Kecamatan Ciledug, keluarga besar H. Muhammad, serta para ketua RT setempat.
Dengan diresmikannya Pasar Lembang Baru, Kota Tangerang tidak hanya membangun pasar, tetapi juga menegaskan kehadiran negara dalam menata ekonomi rakyat secara berkeadilan. Pasar ini diharapkan menjadi simbol perubahan dari ketidakpastian menuju kepastian, dari keterpinggiran menuju kemandirian, dan dari praktik ekonomi informal menuju perdagangan rakyat yang bermartabat.
Rohim








