mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f

Toga PKK Sari Alam Desa Bumi Mulya SP 3 Penarik: Integrasi Kesehatan Tradisional dan Pemberdayaan Komunitas


MUKOMUKO, tangrayanwes.com
Desa Bumi Mulya SP 3, Dusun 2, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko,Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem desa yang sehat, berdaya, dan mandiri. Salah satu inisiatif unggulan yang kini menjadi perhatian adalah pengelolaan Taman Obat Keluarga (TOGA) “Sari Alam” yang berlokasi di RT 04, dan dikelola langsung oleh kelompok PKK setempat.

TOGA Sari Alam tidak sekadar taman tanaman obat biasa. Ia tumbuh sebagai cerminan kolaborasi antara pelestarian budaya pengobatan tradisional dengan gerakan pemberdayaan perempuan desa melalui wadah PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga).

Dengan memanfaatkan lahan terbatas secara kreatif, TOGA ini menampilkan ragam tanaman herbal seperti jahe, kunyit, kencur, temulawak, sirih, sambiloto, dan tanaman rempah lain yang sejak lama dikenal sebagai bagian dari warisan pengobatan tradisional Nusantara. Tanaman-tanaman ini tidak hanya ditata estetis, tetapi juga dilengkapi dengan papan nama edukatif yang menunjukkan fungsi medis dan cara pengolahannya.

Kelompok PKK Sari Alam di RT 04 mengambil peran aktif sebagai motor penggerak kegiatan TOGA. Mereka secara rutin melakukan penanaman, pemeliharaan, edukasi kepada warga, hingga merancang pelatihan pemanfaatan hasil panen untuk olahan rumah tangga seperti jamu segar, minuman herbal instan, dan sabun tradisional.

Hal ini sejalan dengan arah kebijakan pemberdayaan masyarakat desa yang menekankan pentingnya penguatan ekonomi mikro berbasis lokal, sekaligus mendukung upaya preventif dalam kesehatan keluarga melalui pemanfaatan sumber daya alam yang mudah dijangkau.

Kepala Desa Bumi Mulya, Karsiman, menyampaikan bahwa program TOGA yang dijalankan oleh kelompok PKK ini merupakan contoh ideal dari pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.

“Kami melihat TOGA lSari Alam bukan hanya sebagai taman obat, tetapi sebagai pusat edukasi dan pemberdayaan perempuan desa. Sinergi antara PKK dan pemerintah desa akan terus kami dukung, agar menjadi model inspiratif bagi RT lain dan bahkan desa tetangga,” terangnya,Minggu 17/08/2025.

Senada dengan itu, Sekretaris Desa, Widanu Hadi Susilo, menyatakan bahwa keberadaan TOGA juga menjadi nilai tambah dalam penilaian lingkungan sehat dan indikator ketahanan keluarga di tingkat dusun dan desa.

Di tengah tantangan modernisasi dan gaya hidup instan, TOGA menjadi bentuk resistensi budaya lokal terhadap ketergantungan pada produk sintetis. Masyarakat di Desa Bumi Mulya mulai kembali menghidupkan tradisi herbal sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang berkelanjutan.

Eko Cahyono Saputra, Kepala Dusun 2, menyebut bahwa TOGA berperan penting dalam revitalisasi pengetahuan lokal dan mempererat hubungan sosial antarkeluarga. “Kami ingin masyarakat tidak hanya sehat, tetapi juga memiliki kesadaran lingkungan, budaya, dan kemandirian ekonomi melalui hal-hal kecil namun berdaya guna tinggi,” ltutup Eko

TOGA “Sari Alam” merupakan bukti bahwa pembangunan desa tidak selalu harus bertumpu pada proyek besar atau anggaran tinggi. Dengan semangat gotong royong, kreativitas komunitas, dan dukungan kelembagaan desa, sebuah taman kecil dapat menjelma sebagai pusat penguatan kapasitas warga, pelestarian budaya, sekaligus promosi kesehatan.

Ke depan, TOGA ini diharapkan menjadi ruang belajar terbuka bagi desa-desa lain di Kabupaten Mukomuko dan Provinsi Bengkulu dalam mengembangkan program serupa, yang berakar dari nilai lokal namun berdampak luas secara sosial dan ekologis.

 

Rohim

Berita Terkait

Top
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f