mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f

Kapolri Tegaskan Komitmen Penanganan Karhutla: 46 Tersangka Diamankan, OMC dan Water Bombing Dikerahkan


JAKARTA, tangrayanews.com
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, menyampaikan bahwa sebanyak 46 individu telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Riau. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers terkait perkembangan penanganan Karhutla di wilayah terdampak.

Menurut Jenderal Sigit, proses hukum terhadap para tersangka masih terus berlangsung, dan pihak Kepolisian Daerah (Polda) Riau sedang mendalami modus operandi yang digunakan oleh para pelaku, baik yang dilakukan secara sengaja maupun akibat kelalaian. Kebakaran yang terjadi telah menghanguskan lahan seluas kurang lebih 280 hektare.Selasa 24/7/025.

“Berbagai langkah penegakan hukum telah diambil. Kapolda Riau melaporkan bahwa sebanyak 46 tersangka telah diamankan dan sedang dalam proses hukum. Penyidikan dilakukan untuk mengetahui apakah tindakan pembakaran tersebut bersifat sengaja atau karena kelalaian, yang mengakibatkan kerusakan lahan secara masif,” ujar Kapolri.

Selain penindakan hukum, Kapolri juga menegaskan bahwa Satuan Tugas (Satgas) Karhutla telah melakukan berbagai upaya pemadaman, termasuk teknologi pemadaman udara (water bombing) dan modifikasi cuaca menggunakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Ia mengungkapkan harapannya bahwa OMC dapat berfungsi secara optimal sehingga dapat memicu terjadinya hujan di wilayah-wilayah yang menjadi titik api (fire spot).

“Upaya teknis seperti water bombing dan OMC terus dimaksimalkan. Harapan kami, dalam waktu dekat hujan akan turun, khususnya di wilayah rawan kebakaran, sehingga dapat membantu proses pemadaman secara alami,” imbuhnya.

Dalam keterangannya, Kapolri juga menyebutkan bahwa aksesibilitas medan menjadi tantangan tersendiri, terutama di daerah perbukitan seperti di Rokan Hulu, yang hanya bisa dijangkau melalui jalur udara. Oleh karena itu, Kepolisian akan menambah armada helikopter guna mendukung operasi pemadaman melalui udara.

“Untuk daerah-daerah yang sulit dijangkau, khususnya di Rokan Hulu, akan ditambahkan helikopter guna mendukung operasi water bombing. Penambahan ini diharapkan dapat mempercepat penanganan titik-titik api yang masih aktif,” pungkas Kapolri.

Langkah ini mencerminkan komitmen aparat penegak hukum dalam merespons bencana ekologis yang berdampak serius terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta keberlanjutan ekosistem.

 

Red

Berita Terkait

Top
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f