mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f

Sinergi Lintas Sektor untuk Penanggulangan Gangguan Jiwa Berat: Evakuasi Massal Terpusat di Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya


TASIKMALAYA, tangrayanews.com
Dalam rangka memperkuat upaya pemulihan kesehatan mental masyarakat dan mengakhiri praktik pemasungan yang masih terjadi di berbagai wilayah, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tasikmalaya melaksanakan kegiatan evakuasi massal pasien gangguan jiwa berat yang terpusat di Kompleks Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya.Kamis 17/7/ 2025.

Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari pendekatan kolaboratif lintas sektor yang melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, relawan kesehatan jiwa, serta dukungan penuh dari BAZNAS dalam rangka menanggulangi permasalahan kesehatan mental berbasis komunitas. Sebanyak 24 pasien jiwa berat dari sejumlah kecamatan berhasil dievakuasi, menjalani asesmen awal, serta mendapatkan penanganan medis sebelum dirujuk ke rumah sakit jiwa dan panti rehabilitasi yang ditunjuk.

Ketua BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya, Ir. H. Eddy Abdul Somadi, M.P., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari program “Tasik Peduli” dan “Tasik Sehat”, dengan memanfaatkan dana zakat untuk mendukung kelompok masyarakat yang sangat rentan, termasuk orang dengan gangguan jiwa berat (ODGJ).

> “Pemanfaatan Kompleks Islamic Center sebagai lokasi pusat evakuasi dipilih karena sifatnya yang representatif dan strategis, memungkinkan efisiensi dalam proses asesmen awal, pelayanan medis, serta mobilisasi logistik. Kami dari BAZNAS berkomitmen memberikan dukungan menyeluruh, baik dari sisi pembiayaan maupun penyediaan kebutuhan dasar pasien,” ujar. Eddy.

Kegiatan ini turut memberikan dampak positif langsung bagi keluarga pasien. Yuni Anggraeni, salah satu orang tua pasien bernama Irvan Maulana, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat, termasuk Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, BAZNAS, dan Puskesmas Ciawi.

> “Kami sangat bersyukur dan terbantu oleh program ini. Irvan kini memiliki harapan untuk mendapatkan perawatan medis yang semestinya. Ini adalah harapan besar bagi kami yang selama ini terbatas secara ekonomi,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, dr. H. Heru Suharto, M.M.Kes, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi daerah menuju “Tasikmalaya Bebas Pasung”, sejalan dengan kebijakan nasional dalam perlindungan hak asasi penderita gangguan jiwa.

> “Masih banyak individu yang dikurung atau dipasung akibat keterbatasan pemahaman dan kondisi sosial-ekonomi keluarga. Oleh karena itu, pendekatan kolaboratif ini kami nilai sebagai langkah strategis untuk memulihkan martabat mereka sebagai manusia, serta menciptakan sistem perlindungan yang berkelanjutan,” jelas dr. Heru.

Selain aspek medis dan logistik, kegiatan ini juga mencakup edukasi publik mengenai pentingnya penanganan ODGJ secara manusiawi, partisipatif, dan berbasis pemulihan. Melalui dialog bersama masyarakat, pemerintah mendorong peran aktif warga dalam pelaporan, pendampingan, serta penyebaran pemahaman tentang gangguan jiwa sebagai isu kesehatan, bukan stigma sosial.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem layanan kesehatan jiwa yang inklusif, berbasis pada prinsip keadilan sosial, pemulihan holistik, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, dengan menjadikan kegiatan ini sebagai model intervensi yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Red

Berita Terkait

Top
mgid.com, 663616, DIRECT, d4c29acad76ce94f