Polda Kalteng Wujudkan Reformasi Kultural Polri Lewat Lomba Kebersihan Hari Bhayangkara ke-79
Palangka Raya, tangrayanews.com
Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Bhayangkara ke-79, Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) menyelenggarakan Lomba Kebersihan Lingkungan Markas Komando (Mako) dan Asrama Polri yang diikuti secara aktif oleh seluruh Satuan Kerja (Satker) dan Satuan Wilayah (Satwil) di lingkungan jajaran Polda Kalteng.
Penilaian terhadap kompetisi ini telah dimulai sejak Minggu, 22 Juni 2025, oleh tim khusus yang dibentuk untuk menilai secara objektif dan profesional tingkat kebersihan, kerapian, serta tata kelola lingkungan di masing-masing satuan.
Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Erlan Munaji, dalam kapasitasnya mewakili Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi simbol seremonial dalam menyambut hari besar Kepolisian, melainkan merupakan bagian integral dari program pembinaan budaya kerja yang bersih, sehat, dan manusiawi.
“Kebersihan lingkungan kerja merupakan fondasi yang sangat esensial dalam menciptakan kenyamanan serta mendorong produktivitas personel. Lingkungan kantor yang tertata dengan baik akan menumbuhkan kesan positif, baik bagi internal organisasi maupun masyarakat yang memanfaatkan layanan Kepolisian,” ujar Erlan dalam keterangannya, Selasa, 24 Juni 2025.
Ia menegaskan bahwa lomba ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif di kalangan anggota Polri mengenai pentingnya tanggung jawab bersama terhadap kualitas lingkungan kerja. Menurutnya, kondisi lingkungan fisik yang bersih dan tertata mencerminkan profesionalitas dan integritas institusi dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.
Lomba ini melibatkan 27 Satker serta dua kompleks asrama Polri di Kota Palangka Raya, yakni yang berlokasi di Jalan Kelud dan Jalan Bhayangkara, sebagai objek penilaian. Kegiatan ini juga mencerminkan upaya strategis Polri dalam memperkuat nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya melalui pengelolaan lingkungan institusional yang berorientasi pada pelayanan publik yang optimal.
“Harapannya, lomba ini tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, namun dapat menjadi embrio budaya organisasi yang berkelanjutan serta tertanam kuat dalam setiap aktivitas keseharian anggota Polri,” tutup Erlan.
Red








